Kebakaran di Sape, Distanbun Tak Punya Anggaran Bantu Kerugian Bawang Merah

Chairul Munir. (Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Bencana kebakaran di Desa Naru Barat Kecamatan Sape, tidak saja menghanguskan 63 unit rumah warga dan satu musola. Insiden yang diduga akibat korsleting arus listrik itu, juga membuat hasil panen bawang merah terbakar. Kendati menimbulkan kerugian cukup besar, petani bawang harus bersabar untuk tidak mengharapkan bantuan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun).

Distanbun Kabupaten Bima tidak memiliki pos anggaran khusus untuk memberi bantuan stimulus berupa benih bawang sebagai pengganti. “Pertama, tidak ada pos anggaran untuk intervensi itu. Kedua di luar kewenangan kami,” ungkap Kepala Bidang Tanaman Pangan (TP) Distanbun Bima, Chairul Munir, SP., kepada wartawan di kantornya, Kamis, 14 Oktober 2021.

Iklan

Seandainya komoditas bawang merah terdampak masih berada di areal penanaman, menurutnya bisa saja diupayakan bantuan bibit pengganti. Namun dalam kasus tersebut, bawang merah ikut terbakar setelah ditampung di rumah masing-masing korban.

Karenanya, kerugian tercatat sebagai kerugian material, yang mana menjadi tanggung jawab BPBD. Baik dalam pendataan maupun penyaluran bantuan penanggulangan. “Kalau hasil tani sudah di rumah itu BPBD. Kalau masih di areal tanam bisa kita upayakan sepanjang anggaran tersedia,” jelasnya.

Terkait data kerugian korban khususnya untuk komoditas bawang merah, Chairul Munir belum bisa memastikan karena itu di bawah kendali langsung BPBD. “Karena itu sifatnya bencana, apapun bentuk kerugian masuk di BPBD. Apakah data atau perhitungan ganti rugi,” tandasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional