Kebakaran di Ntonggu Dipicu Arus Pendek, 54 KK Kehilangan Rumah

Kondisi rumah warga yang terbakar di Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima.(facebook/humas ntb)

Bima (Suara NTB) – Kebakaran yang terjadi di Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, pada Kamis siang, 30 Juli 2020, dipicu hubungan arus pendek. Bukan seperti informasi yang beredar, akibat meledaknya kompor gas LPG di salahsatu rumah warga.

Hal itu disampaikan Sekretaris Desa (Sekdes) Ntonggu Kecamatan Palibelo, Anwar Sulaiman kepada Suara NTB, Jumat, 31 Juli 2020. Kata dia penyebab kebakaran yang dipicu arus pendek usai dilakukan identifikasi di lokasi kebakaran.

Iklan

‘’Pemicu kebakaran akibat arus pendek listrik di salahsatu rumah bernama Hj. Ramlah yang berada di RT 03,’’ katanya.

Menurutnya api cepat merambat ke rumah warga lainnya. Kata dia, selain terlambatnya datang mobil pemadam kebakaran (Damkar) kobaran api tidak cepat dipadamkan karena kondisi angin kencang.

‘’Saat terjadinya kebakaran kita kewalahan untuk memadamkan karena angin kencang. Namun beberapa jam kemudian kobaran api berhasil dipadamkan,’’ katanya.

Akibat dari kebakaran itu lanjutnya, sebanyak 43 unit rumah hangus dilahap si jago api. Tujuh unit rusak sedang dan sebanyak 37 rusak parah atau rata dengan tanah.

‘’Ada 54 KK yang kehilangan rumah. Sedangkan kerugian masih dicatat, namun diprakirakan mencapai diatas Rp1 milliar,’’ katanya.

Untuk saat ini lanjutnya, warga yang kehilangan rumah menempati tenda pengungsian yang dibangun di lokasi kebakaran oleh Relawan, Pemdes dan BPBD Kabupaten Bima. Sebagian korban kebakaran juga mengungsi di rumah tetangga dan keluarga.

‘’Selain bantuan tangggap darurat, peralatan memasak dan baju bekas, yang dibutuhkan korban kebakaran saat ini air bersih dan tangki penampungan air,’’ katanya.

Pasca kebakaran hingga Jumat, 31 Juli 2020 tambah dia, banyak pihak yang menyalurkan bantuan. Bahkan Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri SE mengirim satu ekor sapi dan menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp2 juta per KK yang menjadi korban kebakaran.

  Jembatan Lombok-Sumbawa, Bisa Jadi Solusi Ketimpangan Pembangunan

“Tadi pagi juga setelah salat Idul Adha Gubernur NTB juga menyerahkan bantuan,” katanya.

Anwar menambahkan, pihaknya juga diminta oleh BPBD Kabupaten Bima untuk melakukan pendataan by name by address rumah yang terbakar. Termasuk mendata kebutuhan atau keperluan anak-anak sekolah. “Koordinasi dengan BPBD tetap kami lakukan,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here