Kebakaran dan Kekeringan di Lobar Turun Drastis

Sahlan (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Kejadian kebakaran dan kekeringan di Lombok Barat (Lobar) turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini berdasarkan jumlah kasus kebakaran sampai saat ini tercatat 35 kasus, jauh menurun dibandingkan kasus tahun lalu sebanyak 85 kasus. Begitu juga titik kekeringan berkurang drastis. Hal ini diperkirakan pengaruh dari kondisi cuaca La Nina (peningkatan curah hujan) yang lebih awal terjadi tahun ini.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lobar, Sahlan mengatakan pengaruh La Nina yang diperkirakan terjadi tahun ini mengakibatkan hujan turun lebih awal. “Diperkirakan musim hujan lebih panjang, dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya, Rabu, 21 Oktober 2020.

Iklan

Dampak La Nina ini, ujarnya, banyak yang diuntungkan, terutama dari sisi pertanian. Petani senang karena hujan turun lebih awal. Selain itu, warga yang saat ini dilanda krisis air akibat kekeringan tidak lagi susah mendapatkan air.   Namun perlu juga pemda mengantisipasi dampak La Nina ini otomatis risiko bencana.

Dampak positif lain dari segi kasus kejadian kebakaran juga lanjut dia tidak terlalu tinggi. Karena sampai saat ini saja terjadi kasus kebakaran sebanyak 85 kejadian. “Tahun  ini sampai dengan Oktober menurun drastis. Kejadian kebakaran di Lobar baru 39 kasus. Kita harapkan tidak terjadi kebakaran ini,”jelas dia.

Kepala Seksi Logistik pada BPBD Lobar, Tohri mengatakan kondisi kekeringan saat ini tak separah tahun sebelumnya, karena kalau sebelumnya terdapat 6-7 kecamtan dilanda kekeringan. Bahkan diprediksi, musim hujan terjadi lebih awal, sehingga tidak memperparah kekeringan. “Hasil rapat koordinasi dengan BMKG, akhir bulan ini banyak daerah di Lobar akan hujan,”jelas dia.  (her)