Kebakaran Belum Bisa Dipadamkan, TPA Kebon Kongok Buka Pelayanan Pembuangan Sampah

Kendaraan sampah yang antre untuk membuang sampah di TPA Kebon kongok. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Kebakaran TPA Ragional Kebon Kongok belum bisa dipadamkan hingga saat ini, namun kondisi kebakaran tidak separah sebelumnya. Pelayanan pembuangan sampah di TPA tersebut mulai dilakukan,  Rabu,  23 Oktober 2019.  Hanya saja, pelayanan pembuangan sampah ini masih terbatas. Dampak dari penutupan TPA itu, sampah menumpuk dimana-mana di wilayah Lobar. Tumpukan sampah inipun dikeluhkan oleh warga.

Berdasarkan pantauan koran ini, beberapa titik api sudah padam. Seperti dibagian atas TPA. Pihak tim gabungan mengunakan tanah untuk menimbun bagian bara api yang berada di atas. Cara inipun terlihat cukup ampuh. Menurut pihak UPTD TPA Sampah Ragional Kebon Kongok, H Didik Mahmud Gunawan Hadi sekitar 30 are dari 5 hektare luas penampungan sampah sudah siap menampung sampah yang dibuang oleh daerah Lobar dan Mataram. “Tetapi kalau full layanan kita, bisa nampung 4-5 hari. Makanya kita buka layana terbatas,” ungkap Didik yang ditemui di TPA Kebon Kongok,  Rabu,  23 Oktober 2019.

Iklan

Pembukaan pelayanan terbatas itu sengaja dilakukan. Agar tidak langsung terjadi penumpukan sampah yang dibawa dari dua daerah. Mengingat  kondisi proses pemadaman masih terus berjalan. Sehingga tidak seakan dikejar-kejaran memadamkan api dan menerima sampah. “Makanya kita layanan terbatas dulu, biar bisa sampai satu minggu (pelayanan),” ungkapnya. Itupun, sampah yang kemungkinan diterima hanya sekitar setengah dari kedua sampah Kota Mataram dan Lobar. Lantaran jumlah sampah yang diprediksi akan begitu banyak. Mengingat kedua daerah itu sampai membuat TPS sementara untuk menampung seluruh sampah. Selama penutupan TPA akibat kebakaran itu.“Palingan Cuma setegah yang bisa masuk sampahnya ke sini. Makanya nanti pengawas timbunan yang atur, kalau sudah cukup kuotanya (seluas 30 are), ya kita stop,” imbuhnya.

Ia mengaku proses pemadaman api di bagian atas sudah teratasi dengan menimbun tanah. Namun untuk bagian lereng sejauh ini dikatakannya masih terus diupayahkan dengan menyemprotkan air. Hanya saja kendala akses masih menemui pihaknya.“Karena kalau dari bawah mau nembah (airnya) tidak sampai,” bebernya.  Pihaknya akan membuka akses sepanjang lingkaran TPA. Disamping mendorong sampah mengunakan alat berat dan menimbunya sedikit-sedikit.“Kalau jalan akses sudah ok, enak tingga disemprot terus timbun,” sambungnya.

Rencana awal untuk penggunaan AFF Foam pemadam nampaknya urung dilakukan. Jika melihat progress pemadaman itu. Ia mengatakan dengan metode mengeruk dengan alat berat  kemudian disemprot dan ditimbun cukup ampuh.“Kalau asap sudah tidak ada (diatas),ini asap hanya dari pinggir (lereng),” ujarnya. Lantas estimasi api padam seluruhnya ? Didik menjabaw pihaknya hanya diberikan waktu dua minggu oleh Pemerintah Provinsi. Dari rencana semulanya selama satu bulan. “Kita percepatan. Cuma untuk besok malam (pebukaan kembali pelayanan) masih terbatas. Kita tidak mau dikejar-kejar,” pungkasnya. (her)