KCD Dikbud KLU Pastikan Merdeka Belajar Terlaksana di Sekolah

Lalu Basuki Rahman (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Pelaksanaan kebijakan baru pemerintah dalam dunia pendidikan, Merdeka Belajar, mendapat sambutan hangat sekolah-sekolah di NTB. Apalagi, banyak sekolah di NTB yang telah mengembangkan pendidikan karakter di dalam kurikulum sekolahnya. Hal ini menjadi langkah positif dan maju bagi dunia pendidikan untuk belajar sesuai minat bakat siswa.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KLU, Dr. Lalu Basuki Rahman, mengatakan, Merdeka Belajar memberikan kewenangan kepada sekolah untuk menentukan kelulusan. Pihaknya memastikan kebijakan ini terlaksana di sekolah-sekolah di KLU.

Iklan

Selama ini banyak pihak yang khawatir setiap akan dilangsungkan Ujian Nasional (UN). Tidak hanya para murid, orang tua, guru, pihak sekolah, dan dinas juga khawatir dengan kelulusan yang rendah. Akan tetapi, saat ini USBN telah diganti jadi ujian sekolah, jadi semua kewenangan di sekolah. Sekolah yang akan menentukan kelulusan siswa.

Di KLU, pelaksanaan pola Merdeka Belajar optimis bisa diterapkan pada tahun depan. Sedangkan pelaksanan tahun ini, pihak sekolah maupun guru masih di dalam tahap penyesuaian dengan metode baru itu.

Dikatakan Basuki Rahman, implementasi kebijakan merdeka belajar d KLU akan dilakukan dengan menerapkan MPMBS School Based  Management. Apalagi dalam masa pandemi Covid-19 ini. Sekolah-sekolah melakukan evaluasi diri sekolah (EDS). EDS meliputi 8 standar nasional pendidikan, yaitu standar isi, proses, PTK, SKL, pembiayaan, sarpras, pengelolaan dan penilaian. Berdasarkan EDS ini nantinya jadi landasan dalam menyusun program sampai pada RKAS.

“Cabang Dinas Dikbud NTB memastikan semua kebijakan dan program pendidikan dari pusat dan daerah terlaksana di sekolah Mulai dari UU, PP, Perpres, Kepres, Inpres, Permen, SE, Pergub, Perda sampai SE Kadis,” paparnya.

Untuk itu, jika merdeka belajar jadi kebijakan Mendikbud maka KCD memastikan merdeka belajar ini terlaksana di sekolah. Mulai dari penyederhanaan kurikulum pada masa Covid-19, BDR, RPP 1 lembar, PPDB zonasi, sampai assesment nasional yang sedang disosialisasikan.

Sementara untuk guru, pihaknya menyiapkan untuk menerapkan kebijakan ini dengan In house training (IHT) di sekolah. Termasuk juga langsung operator seluler datang ke sekolah memberi pulsa kuota belajar.

Disebutkan, IHT meliputi PJJ baik Daring dan luring, BDR, RPP, membuat video pembelajaran, pembelajaran berbasis IT, dan lain-lain. Siswa BDR dan belajar tatap muka terbatas dengan sistem sif sesuai protokol Covid.  “Disiapkan sarana cuci tangan, masker dan jarak bangku 1,5 m. Rata-rata siswa masuk kelas 2 hari seminggu sebab bergiliran dari Kelas X, XI, XII. KCD mengimbau seperti itu,” ujarnya. (dys)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional