KBM Tatap Muka Berlanjut di Dompu

Lukman.(Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka di Kabupaten Dompu, berlanjut untuk tahun pelajaran 2020/2021. Hal itu berdasarkan hasil kesepakatan bersama dalam rapat koordinasi pelaksanaan teknis Surat Edaran (SE) Bupati nomor 360/267/BPBD/2020 tentang KBM dalam tatanan normal baru. Efektivitas pembelajaran menjadi salah satu pertimbangan mendasar.

Demikian ditegaskan Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Dompu, Lukman, SE, ketika dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 16 Juli 2020.

Iklan

Rapat koordinasi yang diikuti Asisten III Setda Dompu, H Gaziamansyuri berikut tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 dan jajaran pendidik di aula Dikpora pada Selasa 14 Juli lalu, membuahkan kesepakatan bahwa KBM tatap muka tetap dilanjutkan sesuai rencana awal. “Setelah rapat dengan asisten III kemarin, kita jalan terus saja dulu untuk KBM tatap muka,” terangnya.

Dengan diputuskan berlanjutnya KBM tatap tersebut, sekolah tinggal mengatur pola pelaksanaan di lapangan. Prinsip utamanya yakni dalam sepekan hanya maksimal tiga hari pertemuan untuk satu rombongan belajar. Contoh kecil, pada Hari Senin-Rabu diisi siswa Kelas I, sedangkan Kamis sampai tiga hari berikutnya diisi peserta didik yang berbeda, apakah itu Kelas II atau III. “Jadi nanti tergantung sekolah yang mengatur, tapi sistimnya harus bergantian,” jelasnya.

Pertimbangan mendasar dilanjutkannya KBM tatap muka pada masa pandemi Covid-19, salah satunya yaitu untuk mengaktifkan kembali proses belajar mengajar di lingkungan sekolah. Karena bagaimanapun, KBM daring yang coba diterapkan beberapa bulan terakhir tidak berjalan maksimal.

Alasannya, tidak semua siswa tingkat SMP sederajat di wilayah ini memiliki sarana telekomunikasi yang memadai untuk mengakses mata pelajaran. Terutama mereka yang tinggal di pelosok-pelosok desa. “Tidak semua siswa bisa mengikuti belajar secara daring, itu alasan paling mendasar kita,” ujarnya.

Meski keputusan yang diambil bertentangan dengan Suarat Edaran (SE) Gubernur NTB, namun sebagai langkah antisipasi munculnya Covid-19 pihaknya mewajibkan sekolah untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan. Pun petugas dari puskesmas di delapan kecamatan akan aktif mengontrol aktivitas KBM tatap di sekolah wilayah kerja masing-masing. “Jadi kalau ada sekolah yang tidak memenuhi syarat protokol Covid-19 tidak akan diizinkan untuk belajar tatap muka,” pungkasnya. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here