KBM Jelang Ramadhan, Sekolah Tunggu Juknis Dinas

Suasana kegiatan imtak di Mushala SMP 7 Mataram pada Ramadhan tahun lalu. Namun pada Ramadhan tahun ini, kegiatan imtak seperti ini kemungkinan besar ditiadakan, karena perkembangan virus Corona. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Jelang pelaksanaan puasa Ramadhan tahun 2020 tinggal menghitung hari. Sudah bisa dipastikan siswa siswi masih harus belajar di rumah. Hal demikian lantaran pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kota Mataram mengeluarkan kebijakan memperpanjang libur sekolah hingga 27 April 2020 karena kasus virus Corona (Covid-19).

Sekolah-sekolah pun kini masih menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis bagaimana proses kegiatan belajar mengajar siswa di rumah selama bulan Ramadhan. Apalagi jika melihat kondisi saat ini di daerah, belum menunjukkan perkembangan signifikan ke arah lebih baik akibat Corona.  “Kita tunggu arahan pemerintah,”ujar Wakasek SMPN 7 Mataram, Ahmad Saehu, belum lama ini.

Iklan

Dalam hal ini, pihaknya tidak mau berandai-andai tentang kapan situasi pasca wabah ini. Apalagi setelah sebelumnya Dinas Pendidikan Kota Mataram mengundurkan lagi yang sedianya telah memutuskan siswa masuk sekolah pada Senin tanggal 13 April lalu.

Namun perkembangan wabah Corona tidak menunjukkan situasi yang membaik, perpanjangan libur kembali diputuskan. ‘’Oleh karena itu sebaiknya para orang tua yang bertanya-tanya terkait hal ini agar senantiasa menunggu saja perkembangan ke depannya,’’ seraya berharap agar virus ini segera berhenti sehingga proses belajar mengajar dapat segera terlaksana dengan baik.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. L. Fatwir Uzali menyebut sementara untuk kegiatan belajar mengajar pada 27 April 2020, di mana sudah masuk Ramadhan, pihaknya segera menyiapkan petunjuk kegiatan belajar mengajar selama bulan Ramadhan.

“Yang jelas, kegiatan belajar akan berbeda dengan adanya imbauan penerapan social distancing. Ini tentunya akan menjadi sulit bagi anak-anak, karena anak-anak biasanya ingin berkumpul dan duduk sama-sama,” katanya.

Ia menambahkan perpanjangan masa libur sekolah sampai 27 April 2020 itu pun belum bisa dipastikan lagi karena sebelum masuk akan dilakukan evaluasi kembali terhadap grafik perkembangan Covid-19 di daerah itu. (dys)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here