Kayu Temuan KPHP Batulanteh Terbakar

Sumbawa Besar  (Suara NTB) – Sekitar 7 kubik atau sebanyak 101 batang kayu bulat jenis jati temuan KPHP Batulanteh terbakar, Jumat 16 September dinihari sekitar pukul 03.30 Wita. Kayu temuan di dua lokasi tersebut terbakar di dalam kantor setempat, tepatnya di depan gedung penyulingan kayu putih.

Kasubag TU Kantor Pengolahan Hutan Produksi (KPHP) Batulanteh, Suparman Majrun yang dikonfirmasi Suara NTB, membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat kejadian tidak ada satupun petugas yang berada di lokasi. Mengingat petugas piket baru akan melaksanakan piket pukul 04.00 Wita. “Petugas piket mendapati api sudah berkobar sekitar pukul 03.30 Wita. Setelah mendapat informasi dari petugas, saya  langsung menuju kantor sekitar pukul 04.00 Wita,” ujarnya.

Iklan

Setibanya di lokasi, api sudah samakin membesar, sehingga ia menghubungi pemadam kebakaran. Dalam hal ini satu unit mobil damkar yang dikerahkan untuk memadamkan api. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 05.00 Wita. Sehingga tidak sampai merembet ke gedung kantor. Pihaknya belum mengetahui apakah kayu tersebut terbakar atau dibakar. Guna menyelidiki hal tersebut, hal ini sudah ditangani pihak kepolisian. “Kami sudah melaporkan ke pihak kepolisian terkait adanya kebakaran ini untuk dilakukan penyelidikan. Bahkan polisi sudah turun melakukan olah TKP dan memintai keterangan,” ujarnya.

Dijelaskannya, ratusan batang kayu yang terbakar tersebut merupakan hasil temuan pihaknya saat melakukan operasi di dua lokasi. Yakni di wilayah Gili Ngara, Desa Olat Rawa pada tahun 2015 dan di kawasan hutan Desa Semamung Tahun 2016.

Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad, SIK mengakui sudah menurunkan tim dari unit identifikasi untuk melakukan olah TKP. Hasil olah TKP akan  dianalisa  terlebih dahulu. “Kami belum bisa menyimpulkan apakah kayu tersebut terbakar atau dibakar. Yang jelas kami sudah melakukan olah TKP. Hasilnya nanti akan kami pelajari dan teliti,” ujarnya

Sementara Kasat Reskrim, AKP Yusuf Tauziry menambahkan selain melakukan olah TKP, pihaknya juga sudah menghimpun keterangan sejumlah saksi. Termasuk saksi yang pertama kali mengetahui adanya kebakaran di kantor setempat.  Dari olah TKP yang dilakukan, pihaknya menemukan botol aqua gelas yang berisi solar. Meskipun demikian pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran. Mengingat perlu digelarkan terlebih dahulu. “Kami tidak bisa berspekulasi. Dari keterangan saksi dan temuan di lokasi, kami akan melakukan gelar terlebih dahulu. Dan kita akan mendalami adanya temuan di TKP,” pungkasnya. (ind)