Kayu Gaharu, Tanaman Hutan Kaya Manfaat Bernilai Tinggi

Pengusaha Kayu Gaharu, Mansur menunjukkan tanaman gaharu budidayanya di Desa Danger Kecamatan Masbagik, Lotim, Rabu, 20 Januari 2021.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Keberadaan kayu gaharu saat ini semakin dikenal oleh masyarakat lantaran tanaman hutan ini diketahui kaya manfaat. Itulah sebabnya tanaman ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Saat ini beberapa masyarakat lokal di Indonesia, tak terkecuali di Desa Danger Kecamatan Masbagik melakukan budidaya gaharu.

Disampaikan Pelaku Budidaya Kayu Gaharu, Mansur, ia menekuni usaha gaharu cukup lama. Waktu itu ia ikut orang tuanya melakukan transmigrasi ke Kalimantan. Selama itu, Mansur mulai bersahabat dengan tanah kalimantan dan mengenal Gaharu untuk kemudian pulang ke Lombok.

Iklan

Namun pada tahun 2018, Mansur kembali bersahabat dengan gaharu. Ia mulai mendirikan usaha kerajinan gaharu di tempat tinggalnya di Desa Danger Kecamatan Masbagik, Lombok Timur (Lotim). Selain melakukan budidaya, Mansur juga mendatangkan bahan bakunya sendiri yang ia dapatkan dari Sumatera dan Kalimantan. Dua daerah ini dikenal memiliki kualitas kayu gaharu yang bagus yaitu jenis Malacensis.

Sementara untuk gaharu di Lombok, ia ambil dari orang yang gagal panen dan kayu yang sudah mati. Mansur kemudian mengolahnya dalam bentuk ukiran dengan memberdayakan pemuda di desa setempat. Omzetnya pun tidak main-main, Mansur mampu meraup untuk ratusan juta hingga miliaran.

Memiliki aroma yang khas menjadikan kayu gaharu sebagai bahan baku industri parfum, kosmetik, dupa hingga pengawet dan manfaat lainnya. Termasuk obat penghilang stress, gangguan ginjal, sakit perut, asma, hepatitis bahkan keberadaan daunnya untuk penyembuh penyakit kencing manis. “Kayu gaharu ini kaya akan manfaatnya,” terangnya kepada Suara NTB, Rabu, 20 Januari 2021.

Kayu gaharu banyak digunakan masyarakat Timur Tengah sebagai pengharum ruangan. Namun kayu gaharu menjadi sangat mahal setelah menjadi gupal. Gupal inilah yang kemudian diikuti atau diukir oleh para perajin di bawah binaan, Mansur yang berjumlah 600 orang lebih.

Olahan kayu gaharu tersebut dibuat untuk dikirim ke luar negeri. Terutama kerajaan Arab Saudi. Bahkan kayu gaharu ini digunakan untuk pengharum Ka’bah di Masjidil Haram.

Namun olahan kayu gaharu dari Mansur tidak langsung dibawa ke Arab Saudi. Melainkan dikirim ke perusahan yang masih bernaung dalam perusahaan Raja Salman Group di Jakarta untuk diolah. Barulah dari Jakarta dibawa ke Arab Saudi. Sementara untuk budidaya gaharu yang dilakoni Mansur di berbagai tempat di Lotim hingga ke luar kabupaten seperti Lobar dan Loteng.

Untuk kontrak dengan perusahaan di Jakarta itu sendiri senilai Rp4,9 miliar per dua tahun. Sebelum pandemi Covid-29, olahan kayu yang dikirim sebanyak 11 ton. Untuk menjalankan roda usahanya, pemuda dan masyarakat di sekitar diberdayakan dan saat ini menjadi usaha rumahan.

Namu sayang, saat ini Mansur mengalami masa-masa sulit selama mewabahnya Covid-19. Pengiriman kerajinan kayu gaharu sebagai bahan pengharum ruangan, tidak banyak pesanan selama Pandemi. Sangat bertolak belakang dengan kondisi sebelum pandemi karena kayu gaharu sebagai bahan pengharum ruangan banyak diekspor ke Negara Timur Tengah.

Bahkan puluhan pemerhati gaharu dari berbagai negara di dunia melakukan kunjungan dan pantauan terhadap perajin kayu gaharu di Desa Danger Kecamatan Masbagik, beberapa waktu lalu. Kunjungan ini untuk melihat langsung pengembangan kayu gaharu yang saat ini sudah tembus pasar internasional.

Kunjungan itu berasal dari enam  negara di antaranya, Jepang, Malaysia, Srilanka, Bangladesh, Uni Emirat Arab dan Indonesia yang didampingi LIPI.

Dipilihnya Desa Danger merupakan salah satu desa yang mengembangkan kerajinan gaharu. Masyarakat setempat memanfaatkan gaharu budidaya sebagai penopang perekonomian. Setidaknya dari kunjungan ini akan terus dilakukan penelitian agar ke depan lebih banyak lagi produk yang bisa dibentuk dan kembangkan, sehingga dijadikan home industry.

Pohom gaharu merupakan salah satu pohon yang cukup dikenal masyarakat Indonesia. Galih dari pohon gaharu memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Bahkan minyak dari galih pohon ini tidak kalah mahalnya. Hal itu seiring dengan manfaat dari kayu gaharu cukup banyak, mulai dari daun dan batangnya. Untuk batangnya dijadikan sebagai pengharum ruangan, dupa. Sementara untuk daunnya dapat dijadikan teh kesehatan. (yon)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional