Kayangan-Pototano Menuju Zona Hijau, Dishub Luncurkan CHSE dan Vaksinasi untuk ABK

General Manajer (GM) PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Kayangan, Capt. Lutfi Pratama, M.Mar

Mataram (Suara NTB) – Di masa pandemi Covid-19 ini, armada angkutan umum termasuk pelayanan transportasi laut diwajibkan melaksanakan dan mematuhi protokol kesehatan dalam pelayanannya kepada penumpang. Terkait dengan ikhtiar itu, Jumat, 18 Juni 2021, Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, akan meluncurkan CHSE (Clean, Health, Safety & Environment) atau kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan untuk pelayanan penumpang di lintas Penyeberangan Kayangan (Lombok Timur)-Pototano (Kabupaten Sumbawa Barat).

Demikian diungkapkan Kadis Perhubungan NTB, H.L.Moh.Faozal, S.Sos.M.Si, ketika memimpin rapat persiapan Deklarasi CHSE di Pelabuhan Kayangan, Selasa, 15 Juni 2021.

Iklan

‘’Deklarasi CHSE untuk pelayanan transportasi laut Kayangan-Pototano rencananya akan dihadiri Ibu Wakil Gubernur (Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah). Kegiatan ini, linier dengan program Pemprov NTB untuk menciptakan green zone (zona hijau) di tempat-tempat yang menyediakan pelayanan kepada masyarakat,’’ ujarnya.

 didampingi Kepala Bidang Angkutan Jalan, Mahmud dan General Manajer Perum DAMRI Mataram, Sadi dalam kesempatan ini menegaskan, Pemprov NTB tengah mendorong sarana dan prasarana angkutan publik memenuhi CHSE (Clean, Health, Safety & Environment) atau kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan) seperti halnya standar hotel dan restoran.

CHSE adalah program Kemenparekraf berupa penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Lingkungan)

“Bersih, aman, selamat dan berbasis lingkungan. Untuk tahap satu, kami memilih DAMRI sebagai role model, sebagai partner dari Dinas Perhubungan untuk memulai semua ini,” ujarnya. Selanjutnya diharapkan seluruh penyedia jasa angkutan umum untuk berbenah dan benar-benar siap melayani masyarakat. Karena tujuannya, untuk memastikan transportasi publik bisa menghadirkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

‘’Sekarang sedang pandemi, kita hadirkan pelayanan yang lebih safety, sehingga nyaman ditengah pandemi. Dan Damri sudah memulainya. Pemasangan sticker menandakan jumlah seat (tempat duduk) pasti, kemudian berkeselamatan, semua propertinya sudah di standarisasi mulai dari ban, lampu, alat-alat keselamatan dan lain-lainnya sudah terpenuhi,’’ ujar mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB ini.

Selanjutnya armada-armada AKDP dan AKAP lainnya, akan dipasangi sticker dan trayek yang sama, bilamana sudah di uji KIR dan dinyatakan laik jalan. Armada-armada yang nantinya beroperasi tanpa sticker ini akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. ‘’Kalau armadanya tidak bersticker, kita akan lakukan yustisi bersama Kepolisian di lapangan. Kita lakukan bertahaplah, sambil jalan,’’ ujarnya.

General Manajer Perum DAMRI Mataram, Sadi menjelaskan, sebagai angkutan umum pelat merah, DAMRI mulai mengawali ketentuan/program yang dilaksanakan pemerintah daerah untuk menghadirkan angkutan umum yang aman, nyaman, dan sehat, serta beroperasi sesuai protokol Covid-19 saat ini. ‘’DAMRI sebagai pilot project, akan mendukung penyajian transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau di NTB,’’ ujarnya.

Ada 80-an jumlah armada yang dimiliki DAMRI Mataram. Seluruh armada yang dikelolanya, dipatikan memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku dalam pelayanan angkutan umum transportasi darat

Pemprov NTB melakukan perbaikan penataan transportasi angkutan umum dengan memperketat penerapan standar pelayanan minimal (SPM). Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini.

Sebagai role model, Pemprov NTB mulai mengkampanyekan tertib keselamatan dan keamanan dalam pelayanan angkutan umum ini dari armada bus milik Perum DAMRI.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, H.Lalu. Moh. Faozal, S.Sos, M.Si, Senin, 14 Juni 2021 memulai kampanye ini. Ditandai dengan pemasangan sticker trayek di bagian muka dan sticker uji SPM (Standar Pelayanan Minimal Angkutan) pada sisi kiri tiga armada DAMRI. Stikcer dilengkapi dengan barcode.

Siapapun bisa melakukan pengecekan kelaikan kendaraan untuk memastikan armadanya laik atau tidak. Pemasangan sticker tiga armada DAMRI ini setelah sebelumnya dilakukan pengecekan menyeluruh komponen pendukung keselamatan angkutan, hingga armada dinyatakan laik jalan.

Selanjutnya, Pemprov NTB akan menggencarkan pemasangan sticker yang sama di seluruh armada AKDP (Angkutan Kota Dalam Provinsi) dan AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) yang beroperasi di NTB. Termasuk angkutan umum jenis engkel yang banyak melayani penumpang antar kota. Pemasangan sticker menandakan angkutan sudah memenuhi standar keselamatan angkutan, kebersihan angkutan, dan tertib pemenuhan kapasitas penumpang.

Apalagi di masa pandemi ini, sangat ditekankan armada angkutan umum tetap melaksanakan dan mematuhi protokol kesehatan dalam pelayanannya kepada penumpang. Faozal, didampingi Kepala Bidang Angkutan Jalan, Mahmud dan General Manajer Perum DAMRI Mataram, Sadi dalam kesempatan ini menegaskan, Pemprov NTB tengah mendorong sarana dan prasarana angkutan publik memenuhi CHSE (Clean, Health, Safety & Environment) atau kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan) seperti halnya standar hotel dan restoran.

“Bersih, aman, selamat dan berbasis lingkungan. Untuk tahap satu, kami memilih DAMRI sebagai role model, sebagai partner dari Dinas Perhubungan untuk memulai semua ini,” ujarnya. Selanjutnya diharapkan seluruh penyedia jasa angkutan umum untuk berbenah dan benar-benar siap melayani masyarakat. Karena tujuannya, untuk memastikan transportasi publik bisa menghadirkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

‘’Sekarang sedang pandemi, kita hadirkan pelayanan yang lebih safety, sehingga nyaman ditengah pandemi. Dan Damri sudah memulainya. Pemasangan sticker menandakan jumlah seat (tempat duduk) pasti, kemudian berkeselamatan, semua propertinya sudah di standarisasi mulai dari ban, lampu, alat-alat keselamatan dan lain-lainnya sudah terpenuhi,’’ ujar mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB ini.

Selanjutnya armada-armada AKDP dan AKAP lainnya, akan dipasangi sticker dan trayek yang sama, bilamana sudah di uji KIR dan dinyatakan laik jalan. Armada-armada yang nantinya beroperasi tanpa sticker ini akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. ‘’Kalau armadanya tidak bersticker, kita akan lakukan yustisi bersama Kepolisian di lapangan. Kita lakukan bertahaplah, sambil jalan,’’ ujarnya.

General Manajer Perum DAMRI Mataram, Sadi menjelaskan, sebagai angkutan umum pelat merah, DAMRI mulai mengawali ketentuan/program yang dilaksanakan pemerintah daerah untuk menghadirkan angkutan umum yang aman, nyaman, dan sehat, serta beroperasi sesuai protokol Covid-19 saat ini. ‘’DAMRI sebagai pilot project, akan mendukung penyajian transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau di NTB,’’ ujarnya.

Ada 80-an jumlah armada yang dimiliki DAMRI Mataram. Seluruh armada yang dikelolanya, dipatikan memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku dalam pelayanan angkutan umum transportasi darat. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional