Kawasan Senggigi Gelap Gulita, Kades di Gunungsari-Batulayar Protes

Kondisi lampu di jalan raya Senggigi yang lama mati belum juga diperbaiki oleh OPD berwenang. (Suara NTB/ her)

Giri Menang (Suara NTB) – Para kepala desa (kades) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kepala Desa Kecamatan Gunungsari – Batulayar (FK2GB) menyoroti kondisi kawasan wisata Senggigi yang gelap lantaran lampu PJU (penerang jalan umum) banyak yang mati. Mereka pun menggelar musyawarah khusus untuk membahas jalan keluar atas persoalan ini.

Kepala Desa Senggigi, Mastur,S.E., Rabu, 13 Oktober 2021 mengatakan pihak desa sudah mendapatkan banyak sekali keluhan dari warga masyarakat maupun pengunjung terkait persoalan PJU yang banyak mati di kawasan itu. Pihaknya pun sudah menindaklanjuti dengan berkoordinasi ke OPD terkait. Akan tetapi jawaban kurang memuaskan diperolehnya, karena OPD tidak memberikan solusi.

Iklan

Sementara pihaknya selaku pemerintah paling bawah di desa selalu menjadi sorotan akibat PJU yang banyak mati ini. Karena menurut datanya, terdapat 78 titik lampu yang khusus di desanya saja tak berfungsi alias mati. Sehingga pihaknya sangat berharap dan mendesak agar penanganan PJU ini segera dilakukan. Ia berharap antar-OPD terkait duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan ini.

Ketua FK2GB Abdul Haris mengatakan terkait masalah PJU, pihaknya sepakat untuk bersatu dalam memperjuangkan PJU khususnya yang ada di kisaran wilayah Desa Senggigi.Sebab menurutnya, Senggigi adalah sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar Kabupaten Lombok Barat (Lobar) yang harus diperhatikan secara khusus.”Ketika PJU Senggigi tidak diperbaiki atau tidak dilayani sesuai dengan semestinya maka lampu-lampu di sekitaran Senggigi itu akan mati dan gelap. Jika wilayah Senggigi gelap maka itu akan mempengaruhi kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Kalau kunjungan wisatawan ke daerah Senggigi berkurang sambung Haris, maka secara otomatis ekuivansi dari hotel-hotel juga akan berkurang. Artinya, kalau hotel-hotel itu berkurang ekuivansinya maka secara otomatis PAD untuk Lombok Barat akan berkurang Juga.

Sementara Ketua Asosiasi Kepala Desa (Akad) Lobar, Sahril, S.H., mengatakan berkurangnya PAD Lobar akibat gelapnya Senggigi, maka akan mempengaruhi keuangan semua desa-desa yang ada di Kabupaten Lobar ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Lobar H. L.Winengan mengatakan pihaknya belum bisa menangani lampu PJU tersebut, karena memang belum diserahkan ke Disperkim.”Ndak ada dasarnya kita mau tangani, karena belum diserahkan,” aku dia.

 Ia pun sebatas melakukan koordinasi dengan OPD terkait yang membangunnya.  Di tempat terpisah,  Kadis PUPR Lobar Made Arthadana yang dikonfirmasi Suara NTB menjawab singkat. Alasannya, dirinya sedang rapat penting di kawasan Senggigi.

Menurutnya,penanganan PJU yang mati tersebut sudah terkoordinasikan. “Itu (penanganan PJU) sudah terkoordinasikan,”kata dia sembari menambahkan, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan OPD terkait untuk penanganannya.(her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional