Kawasan Mandalika Dinilai Paling Siap Beroperasi

Mataram (Suara NTB) – Hasil evaluasi pemerintah pusat, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika paling siap beroperasi dibandingkan empat KEK lainnya yang ada di Indonesia. Persoalan ditundanya operasi KEK Mandalika lantaran masih menunggu jadwal Presiden Joko Widodo untuk meresmikannya.

‘’Peresmian mulai beroperasinya yang secara resmi oleh presiden itu yang belum, sambil menunggu waktunya Presiden. Dari segi evaluasi, kita yang terbaik dan siap untuk diresmikan,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Drs. HL. Gita Ariadi, M. Si ketika dikonfirmasi di Mataram, Rabu, 11 Oktober 2017 siang kemarin.

Iklan

Meskipun KEK Mandalika belum beroperasi, kata Gita, namun pelayanan investasi sudah mulai difasilitasi. Ia mengatakan, sudah dilakukan simulasi-simulasi berbagai fasilitas yang akan diberikan. DPMPTSP NTB sendiri sudah menyerahkan 68 jenis izin investasi ke Administratur KEK.

‘’Investor jalan dengan agendanya masing-masing. Agenda investasi ada persiapan, konstruksi, operasi produksi. Sebelum  masuk tahapan konstruksi, itu panjang  lagi persiapan-persiapannya,’’ kata Gita.

Komisaris PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) ini menyebutkan dari 1.175 hektare lahan di KEK Mandalika, sudah 80 persen telah dijajaki investor. Ada investor yang sudah menandatangani nota kesepahaman dan kerjasama pembangunan berbagai fasilitas pariwisata seperti hotel berbintang.

Ia menjelaskan, begitu ada penandatangan kerjasama tidak serta merta investor akan langsung membangun. Tetapi ada tahapannya. Pengembangan kawasan seluas ribuan hektare itu, lanjut Gita bukan sekali jadi. Tetapi pengembangannya sesuai dengan perkembangan pariwisata.

‘’Investor terus berproses dengan berbagai kemudahan fasilitas investasi yang diberikan,’’ katanya.

Gita menjelaskan, sesuai amanat UU No. 39 Tahun 2009 dan PP No. 52 Tahun 2014 tentang pembentukan KEK Mandalika mengamanatkan tiga tahun setelah keluarnya PP tersebut dilakukan evaluasi oleh Dewan Nasional KEK.

‘’Evaluasinya sudah lulus, KEK Mandalika terbaik dari lima KEK yang dievaluasi di Indonesia,’’ katanya.

Investasi yang sudah masuk di KEK Mandalika, saat ini sudah ada empat hotel yang sedang dan akan dibangun di KEK Mandalika dengan target beroperasi akhir tahun 2018 atau awal 2019.  Yaitu Hotel Royal Tulip 250 kamar, Hotel Pullman 251 kamar, Paramount Hotel 400 kamar dan Hotel X2 sebanyak 200 kamar.

Sampai 10 tahun ke depan ditargetkan ada 10.000 kamar hotel di KEK Mandalika. Target itu jauh melampaui pencapaian kawasan Nusa Dua, Bali yang juga dikembangkan dan dikelola oleh ITDC sejak tahun 1975.

Di Kawasan Nusa Dua, Bali yang luasnya sekitar 350 hektar, dibutuhkan waktu 20 tahun sampai lahannya habis tersewakan dengan total jumlah kamar 5.000. KEK Mandalika yang total luasnya hampir empat kali lipat dari Nusa Dua ditargetkan selesai dikembangkan dalam waktu 10 tahun saja, dengan target 10.000 kamar.

Untuk memberikan fasilitas dan kemudahan di KEK, pemerintah telah memberikan kepastian sekaligus memberikan daya tarik bagi penanam modal melalui penetapan PP Nomor 96 Tahun 2015 tentang Fasilitas dan Kemudahan di KEK dan Perpres Nomor 3 Tahun 2015 tentang Proyek Strategis Nasional.

Fasilitas dan kemudahan yang tersedia cukup luas. Diantaranya fasilitas PPh Badan, Pembebasan PPh Pasal 22 Impor, fasilitas PPN dan PPnBM, fasilitas Bea Masuk dan Cukai. Fasilitas Kegiatan Utama Pariwisata, fasilitas Lalu Lintas Barang, fasilitas Ketenagakerjaan, fasilitas Keimigrasian, fasilitas Pertanahan, fasilitas Perizinan dan Non Perizinan. (nas)