Kawasan Kumuh Karang Tapen Mulai Ditata 2021

Pengendara melintas di bawah pintu gerbang utama Lingkungan Karang Tapen, kelurahan Cilinaya, Minggu, 13 September 2020. Pemerintah akan menata kawasan kumuh di lingkungan ini mulai tahun 2021. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Penataan kawasan kumuh di Lingkungan Karang Tapen, Kelurahan Cilinaya, diproyeksikan akan mulai berjalan 2021 mendatang. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram, H. M Kemal Islam menerangkan untuk saat ini DED (detail engineering design) untuk program pembenahan dengan konsep peremajaan masif tersebut telah selesai dibuat.

“Perencanaan dan DED-nya sudah selesai tahun ini, nanti fisiknya di 2021,” ujar Kemal dikonfirmasi pekan lalu di Mataram. Diterangkan, anggaran yang akan disiapkan untuk penataan kawasan kumuh di Karang Tapen  tersebut mencapai Rp100 miliah lebih.

Iklan

Menurut Kemal, penataan yang dilakukan tidak terbatas pada rumah-rumah penduduk. Melainkan pengolahan air limbah komunal yang juga telah disiapkan konsepnya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Jadi seluruh kampung itu kita perbaiki, menjadi kampung sehat,” jelasnya. Luas area perumahan di Lingkungan Karang Tapen yang akan ditata disebutnya mencapai 15 hektare lebih.

Dengan penataan kawasan kumuh tersebut, pihaknya berharap kedepan upaya penyehatan lingkungan dapat terwujud. Terutama setelah pembangunan jalan dan infrastruktur pendukung seperti saluran drainase benar-benar dikonsepkan untuk mendukung upaya tersebut.

Selain itu, untuk rencana pelebaran jalan pihaknya juga akan mengadakan musyawarah terlebih dahulu dengan masyarakat sekitar. Pasalnya, padatnya perumahan penduduk di Lingkungan Karang Tapen diakui tidak memungkinkan untuk mengadakan pembebasan lahan.

“Sebelum pengerjaan kita akan rembuk dulu dengan masyarakat. Tergantung (hasil rembuk tersebut), itulah bentuk swadaya masyarakat untuk kebutuhan mereka sendiri,” ujar Kemal.

Di sisi lain, penataan kembali seluruh lingkungan tersebut akan memperhatikan aspek lingkungan sehat. Termasuk pembenahan rumah-rumah warga yang diupayakan menjadi rumah tahan gempa, megikuti kondisi topografis NTB yang rawan bencana gempa.

Diterangkan, saat ini pihaknya mencatat ada 16 Kelurahan di Kota Mataram yang masuk dalam kategori kawasan kumuh. Namun tujuh di antaranya telah diakomodir melalui program Kota Tanpa Kumuh (KotaKu) yang diinisiasi pemerintah pusat.

Tujuh kelurahan tersebut antara lain Dasan Cermen, Cakranegara Selatan Baru, Cakranegara Barat, Rembiga, Dayan Peken, Punia, dan Jempong. “Jadi masih ada sembilan kelurahan yang perlu diintervensi supaya Mataram bisa bebas kawasan kumuh,” tandas Kemal. (bay)