Kawasan Industri Tembakau Mimpi Besar Pemprov NTB

Muhammad Husni (dok)

Mataram –Salah satu mimpi besar yang segera direalisasikan tahun 2022 adalah pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT). Sumber pendanaan kegiatan ini juga dari DBHCHT yang dialokasikan oleh pusat.

Menurut rencana, KIHT akan dibangun di eks Pasar Paokmotong Lombok Timur. Sejak 2021 perencanaan pembangunan gedung ini terus digencarkan, dengan target realisasi tahun 2022 mendatang.

Iklan

“Dengan adanya KIHT, pembinaan terhadap UMKM yang mengolah tembakau semakin mudah. Kemudian produk hasil tembakau yang dihasilkan berkualitas dan berdampak terhadap peningkatan DBHCHT,” kata Kadistanbun Provinsi NTB, Muhamad Riadi.
Tahun 2021 NTB peroleh transfer DBHCHT sebesar Rp 318 miliar , sementara Tahun 2022 transfer cukai meningkat menjadi Rp 329 miliar lebih. Data tersebut didistribusikan ke Pemprov NTB dan 10 Pemda kabupaten dan kota sesuai porporsi.

Provinsi NTB mendapat transfer Rp 98,780,735,000, Kabupaten Bima Rp 11,658,725,000, Kabupaten Dompu Rp 6,092,381,000, Kemudian Lombok Barat Rp 17,278,184,000, Lombok Tengah Rp 57,757,461,000, Lombok Timur Rp 62,802,612,000.

Khusus Pemprov NTB, beban tanggungjawab pengelolaan anggaran ada di Distanbun Provinsi NTB. Peruntukan salah satunya untuk pembangunan KIHT.

KHIT Tangkal Rokok Ilegal

Muhammad Riadi menambahkan, tembakau Lombok sangat digemari dan Lombok menjadi penghasil tembakau kedua terbanyak dari 11 Provinsi sebesar 23 persen setelah Jawa Timur sebesar 43 persen.

Diharapkan dengan KIHT dapat meningkatkan kualitas hasil tembakau para petani yang ada. Sehingga seperti produk hasil tembakau unggulan yaitu “Tembakau Senang” yang mampu memproduksi rokok atau cerutu di NTB tanpa mengirimkan keluar pulau untuk diolah lebih lanjut.

Dengan upaya peningkatan kualitas ini akan meningkatkan daya jual dan konsumen tembakau Lombok semakin banyak sehingga mendorong pemulihan ekonomi nasional dari sektor Tembakau.

Pembangunan KIHT merupakan salah satu upaya meminimalisir peredaran rokok ilegal di NTB.

“Dengan adanya KIHT diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah,” sambung Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. Muhammad Husni, M.Si.,

Husni menjelaskan tujuan pembangunan KIHT yaitu, menarik pabrik-pabrik rokok lokal atau UMKM yang ilegal untuk mendapatkan pembinaan. Selain dibina pengembangan usaha, perusahaan rokok lokal juga dibina bagaimana proses perizinan lengkap di KIHT. (tim)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional