Kawasan Industri Bisa Lahirkan Kota Metropolitan

M.Firmansyah (Suara NTB/dok)

KABUPATEN Sumbawa Barat (KSB) diyakini akan menjadi episentrum ekonomi baru di NTB dengan kehadiran kawasan industri smelter milik PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Konstruksi pembangunan smelter akan mulai Januari 2022, sementara mobilisasi peralatan dimulai November mendatang.

‘’Kabupaten Sumbawa Barat sangat mungkin akan menjadi episentrum ekonomi baru di NTB yang akan berimbas ke daerah-daerah sekitarnya,’’ kata Pemerhati Ekonomi Universitas Mataram, Dr. Firmansyah, S.E., M. Si., dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu, 25 September 2021.

Iklan

Menurut Firmansyah, smelter bukan satu-satunya entitas bisnis yang akan hadir. Tetapi juga akan ada industri turunannya di kawasan tersebut. Belum lagi, daerah di luar kawasan industri smelter juga akan berkembang.

‘’Oleh karena itu saya menyarankan semua kepala daerah khususnya di Pulau Sumbawa plus kepala daerah di Pulau Lombok duduk bersama untuk membangun semacam skenario,’’ ujarnya. Jadi 10 kepala daerah kabupaten/kota di NTB harus menyusun scenario.

Daerah-daerah di Pulau Sumbawa termasuk Lombok Timur perlu menyiapkan apa yang akan menjadi kebutuhan di kawasan industri smelter. Mulai dari sekarang menyiapkan sumber daya manusia untuk kebutuhan kawasan industri smelter dan kawasan pendukungnya.

“Kita harus berpikir holistik, bahwa kebutuhan dari kawasan itu, apalagi nanti akan mengarah ke kawasan yang besar,” katanya.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram ini mengatakan, kawasan smelter tentunya akan membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Belum lagi kawasan pendukung yang akan berkembang, pasti membutuhkan tenaga kerja.

‘’Apakah daerah mampu memenuhi atau justru daerah lain yang bisa memenuhi. Kalau kita mampu memenuhi kebutuhan operasional fisik maupun non fisik di kawasan smelter. Di situ entry point untuk pengembangan ekonomi lokal,’’ terangnya.

Untuk kawasan industri smelter, lanjut Firmansyah, menjadi urusan investor atau perusahaan yang menanganinya. Namun yang menjadi tugas Pemda adalah menyiapkan instrumen lain untuk mengambil potensi keberadaan kawasan industri smelter tersebut.

“Saya lihat, kalau smelter ini jalan maka KSB akan disibukkan oleh aktivitas industri. Sejarah lahirnya kota baru atau metropolitan berangkat dari adanya kawasan industri,” jelasnya.

Sehingga otomatis orang membutuhkan entitas perdagangan yang lebih besar. Maka akan muncul pusat-pusat perbelanjaan seperti pasar dan mal. Kemudian sekolah yang berkualitas, perumahan dan lainnya.

‘’Sehingga dari sekarang Pemerintah Daerah harus mulai berpikir jangka menengah dan jangka panjang. Tidak saja berpikir apa keuntungan yang diperoleh daerah. Tetapi imbas yang dihasilkan dari kawasan itu,’’ katanya.

Mulai dari sekarang, UMKM harus memikirkan kebutuhan apa saja yang perlu disiapkan dengan hadirnya kawasan industri smelter. Misalnya, investor lokal mulai memikirkan adanya entitas bisnis jasa perdagangan.

“Tidak hanya sekadar retail modern dari luar daerah. Tapi sekarang, bagaimana kita berpikir orang lokal juga memiliki retail modern. Itu perlu disiapkan dari sekarang,” sarannya.

Firmansyah menambahkan, dengan adanya KEK Mandalika di Pulau Lombok dan Kawasan Industri Smelter di KSB. Maka ekonomi NTB ke depan akan dahsyat. Apalagi, jika ada kawasan industri pertanian dalam arti luas, seperti industri maritim di Bima atau Dompu. Maka NTB akan memiliki kawasan industri yang lengkap.

“Kalau digabung, akumulasi dari sejumlah kawasan industri di NTB, maka akan menjadi kekuatan yang dahsyat. Saya bermimpi kita punya satu lagi kawasan industri manufaktur pertanian, dalam arti luas. Ini akan saling mensupport nantinya. Maka ekonomi NTB akan luar biasa dahsyatnya,” tandasnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional