Kawal Pembangunan Smelter, Dewan Dorong Fase Konstruksi Dipercepat

Sembirang Ahmadi (Suara NTB/dok)

DPRD Provinsi NTB terus aktif ikut memantau progres pembangunan smelter oleh PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Dengan harapan agar smelter tersebut secepatnya tuntas supaya bisa beroperasi sesuai rencana.

“Terkait smelter di KSB kita berharap bisa segera operasi sesuai rencana. Sekarang kami pantau progressnya sudah relatif bagus. Pembebasan lahan sudah hampir rampung,” ucap Anggota DPRD Provinsi NTB dari daerah pemilihan (dapil) V Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, Sembirang Ahmadi kepada Suara NTB, Kamis, 23 September 2021.

Iklan

Dikatakan Sembirang bahwa sudah menjadi komitmen DPRD, terutama yang berasal dari dapil V untuk memastikan pembangunan smelter tersebut. Oleh karena itu pihaknya bersama Pemprov NTB sangat intensif untuk mengawal proses pembangunan smelter tersebut agar bisa beroperasi sesuai dengan rencana.

“Sekarang kan Pak Gubernur dan  Pemda KSB  sangat intensif mengawal percepatan realisasi smelter ini. Begitu juga dengan pemerintah pusat ikut memantau dengan turun langsung ke lapangan,” ujarnya.

Diketahui pembangunan smelter di KSB itu semula direncanakan tuntas 2022, akan tetapi mundur menjadi 2023 disebabkan oleh pandemi Covid-19. Selain itu, kapasitas smelter yang dibangun semula direncanakan 1,3 juta ton per tahun, turun menjadi 900 ton per tahun.

Meski demikian, Ketua Komisi III DPRD NTB itu tetap mendorong pihak PT AMNT supaya bisa mempercepat fase konstruksi sehingga bisa lebih cepat menyerap tenaga kerja. Diperkirakan pada fase konstruksi ini bisa menyerap tenaga kerja lebih dari 5.000 orang.

‘’Proses land clearing sedang berjalan, nah karena itu kita dorong supaya konstruksi bisa mulai tahun ini, atau setidaknya awal tahun 2022 supaya bisa langsung menyerap tenaga kerja,’’ katanya.

Diperkirakan jika smelter ini nantinya sudah beroperasi akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang cukup besar. Selain karena menyerap tenaga kerja yang besar, smelter ini juga memiliki industri turunan yang bisa berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi.

‘’Kita tahu bahwa smelter ini akan menarik industri lainnya sebagai turunannya seperti pabrik semen, kabel, pupuk, dan lain-lain. Dengan demikian potensi penyerapan tenaga kerjanya akan membengkak lagi,’’ pungkasnya. (ndi). 

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional