Kata TGB Soal Nilai UNBK SMA/SMK yang Turun

Mataram (Suara NTB) – Nilai Ujian Nasional berbasis Komputer (UNBK) jenjang pendidikan SMA/MA dan SMK di NTB pada 2018 turun dibandingkan tahun lalu. Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengatakan, salah satu yang menjadi penyebab turunnya nilai UNBK di daerah ini karena kemampuan berpikir kreatif  siswa  SMA/MA dan SMK  kemungkinan belum tumbuh kuat.

“Mungkin menurut   saya, salah satu yang berkontribusi kenapa nilai (UNBK) agak turun. Karena  metode berpikir kreatif itu mungkin belum tumbuh kuat,” kata gubernur ketika dikonfirmasi usai pertemuan dengan Dubes Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia,  Joseph R. Donovan Jr di Kantor Gubernur, Senin, 7 Mei 2018 siang.

Iklan

Gubernur menyatakan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy pada saat pembukaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Nasional di Mataram, Senin, 7 Mei 2018 mengatakan bahwa soal UN yang sekarang diupayakan lebih kreatif. Artinya, soal-soal UN tahun ini bukan mengulang dan menghafal bahan pelajaran yang ada.

“Tetapi meletakkan siswa itu pada satu situasi yang harus dia respons. Jadi, soal-soalnya itu tidak berpangku kepada kisi-kisi yang ada. Siswa itu lebih diupayakan berpikir kreatif,” katanya.

Dalam UNBK beberapa waktu lalu, para siswa SMA/MA dan SMK diberikan soal-soal ujian yang tidak ada dalam kisi-kisi. Atau mungkin tidak ada contohnya dalam buku-buku pelajaran. “Tetetapi (soal UN) itu akan merangsang kreativitas siswa di dalam mencari solusi,” ucapnya.

Menurut Tuan Guru Bajang (TGB) – sapaan akrab Gubernur NTB, perubahan seperti ini pasti akan membutuhkan proses. Karena mungkin ada sebagian siswa yang lebih suka menghafal. Ketika diajak berpikir kreatif menjadi agak kerepotan.

TGB mengatakan, membangun kultur berpikir kreatif yang sekarang ini dilakukan pemerintah untuk merespons revolusi industri gelombang keempat. Dimana, revolusi industri gelombang keempat betul-betul meletakkan kreativitas siswa sangat penting dalam pendidikan.

“Tetapi  ke depan kalau semakin diteruskan metode seperti ini. Anak-anak kita akan makin kreatif dan itu baik untuk masa depan,” katanya.

Menurunnya nilai UNBK siswa jenjang pendidikan SMA/MA dan SMK ini, lanjut TGB bukan saja akibat faktor tersebut. Bisa saja penurunan nilai UNBK itu akibat banyak faktor. Tetapi menurut TGB, penurunan nilai UNBK itu akibat adanya perubahan karakter soal yang diberikan.

“Lebih berupa antisipasi dan bagaimana merespons situasi yang tidak terduga. Artinya, bagaimana siswa-siswi kita berpikir lebih kreatif di dalam kehidupan,” tandasnya.

Diketahui, berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB menunjukkan, pada UNBK SMK tahun ajaran 2016/2017 jumlah nilai rata-rata UNBK sebanyak 186,86, sedangkan pada UNBK SMK tahun ajaran 2017/2018 menurun dengan jumlah nilai rata-rata sebesar 153,44.

Pada UNBK SMA/MA jurusan IPA tahun ajaran 2016/2017 jumlah nilai rata-rata sebesar 270,09, sedangkan Pada UNBK SMA/MA jurusan IPA tahun ajaran 2017/2018 menurun jumlah nilai rata-rata sebesar 258,02.

Sementara pada UNBK SMA/MA jurusan IPS tahun ajaran 2016/2017 jumlah nilai rata-rata sebesar 263,25, sedangkan pada UNBK SMA/MA jurusan IPS tahun ajaran 2018/2019 menurun dengan jumlah nilai rata-rata sebesar 240,24.

Sedangkan terjadi kenaikan, pada UNBK SMA/MA Jurusan Bahasa tahun ajaran 2016/2017 jumlah nilai rata-rata sebesar 285,78, sedangkan pada UNBK SMA/MA Jurusan Bahasa tahun ajaran 2018/2019 terjadi kenaikan jumlah nilai rata-rata sebesar 291,07. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here