Kasus Virus Corona, Masyarakat Lotim Diimbau Tak Panik

Ilustrasi Virus (Suarantbcom/ist)

Selong (Suara NTB) – Merebaknya kasus virus Corona saat ini cukup meresahkan masyarakat di seluruh dunia. Tak terkecuali di Indonesia khususnya di Provinsi NTB. Kendati demikian, masyarakat diimbau tidak panik dan harus melakukan tindakan-tindakan di luar batas kewajaran. Apalagi sudah ada warga negara India yang dirujuk dari RSUD R. Soedjono Selong ke RSUP NTB.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, Mahalil Ulil Amri, Selasa, 3 Maret 2020 menjelaskan, jika di Kabupaten Lotim virus Corona gejalanya masih suspect. Untuk penentuan positif atau tidaknya setelah menunggu hasil pemeriksaan laboratorium di RSUD Provinsi NTB yang dikirim ke Balitbang Kementerian Kesehatan. Sementara untuk di pelabuhan dan bandara sudah dilakukan kesiapsiagaan pemeriksaan yang masuk ke wilayah NTB dan kemudian dikoordinasikan ke pemerintah daerah.

Iklan

Bahkan pemantauan dilakukan selama 14 hari bagi penderita yang memang dari negara-negara yang ada kasus Corona dengan dilakukan pemantauan itu. Itu penting untuk benar-benar memastikan supaya yang bersnagkutan apakah benar-benar positif atau negatif mengidap Corona.

“Jadi tidak mesti yang dilakukan pemantauan itu positif Corona. Hanya saja diagnosisnya mengarah ke sana. Namun untuk memastikan dia benar-benar Corona, harus menunggu laboratorium dari spesimen yang diambil oleh RSUP,” jelasnya.

Sebelumnya, Senin, 2 Maret 2020, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Soedjono Selong merujuk salah seorang pasien asal India ke RSUP NTB. Diduga, pasien asal luar negeri tersebut terjangkit virus Corona dari hasil analisis laboratorium yang dilakukan rumah sakit plat merah ini.

Ketua Tim Penanganan Virus Corona RSUD Selong, Dr. Hj. Nurkisti Permatasari Amin, Sp.P, Selasa, 3 Maret 2020, menuturkan, pasien yang diketahui bernama TnN (36) masuk ke RSUD Selong sekitar pukul. 11:00 wita, bersama istrinya. Yang bersangkutan langsung ke IGD melalui pintu masuk Triage. Petugas Triage kemudian melakukan pengkajian dan screening terhadap pasien, karena mengeluhkan batuk-batuk dengan riwayat pasien berasal dari luar negeri.

Pasien beserta istrinya kemudian diedukasi untuk menggunakan masker oleh kepala IGD serta melakukan edukasi untuk ditempatkan di ruang isolasi. Setelah pasien menyatakan bersedia, dibawa ke ruang isolasi untuk proses pengkajian lebih mendalam oleh dokter jaga dan kepala ruang IGD. Saat itu, petugas juga sudah menggunakan alat pelindung diri ruang isolasi.

Dari riwayat penyakitnya, pasien asal India tersebut mengeluhkan demam sejak 5 hari dengan kondisi demam naik turun disertai batuk. Pasien juga mengeluhkan nyeri pada kepala dan kurang tenaga. “Pasien mengatakan keluhan ini disebabkan karena pasien terkena hujan saat dalam perjalanan,” terangnya.

Sementara dari pengakuan pasien yang didampingi istrinya, pasien mengaku berangkat dari India pada tanggal 15 Februari 2020 dengan penerbangan Air Asia dan transit di Malaysia selama empat jam. Pasien kemudian melanjutkan perjalanan ke Jakarta dan tiba pada tanggal 17 Februari 2020 melalui Bandara Soekarno-Hatta dan menginap di Jakarta selama satu minggu. “Kemudian pasien dan istrinya pada tanggal 23 Februari 2020 melanjutkan perjalanan ke Lombok,” tuturnya.

Sedangkan pada pukul 11:15 wita, pasien dinyatakan rawat inap oleh dokter jaga IGD dengan diagnosas observasi dyspnea+Febris H-5 ec Suspect Acute Respiratory Desease dan diinstruksikan untuk pemasangan infus RL 20 tpm dan pemberian obat injeksi antibiotic ceftriaxone 2×1 gram beserta obat minum paracetamol 3×500 mg, Na setil sistein 3×200 gram untuk kemudian dikonsultasikan ke dokter spesialis paru.

Pada pukul 11:30 wita, kembali dilakukan pemasangan infus dengan cairan RL 20 tpm dan pengambilan sampel darah dilanjutkan pemberian obat injeksi antibiotic yang sebelum dilakukan skin tes antibiotic pada lengan tangan dan pemberian obat. Untuk kemudian dianjurkan untuk dilakukan rontgen thorak oleh petugas radiologi RSUD Selong.

Selanjutnya, pada pukul 14:00. Wita, spesialis paru mendiagnosa suspect Covid-19 berdasarkan hasil laboratorium dan pemeriksaan rontgen paru serta hasil konsultasi dengan konsultan penyakit paru di Mataram yaitu dr. Salim,Sp.P dan hasil edukasi. Pasien asal India tersebut bersedia untuk dirujuk ke RSUP Mataram. “Saat ini pasien sudah berada di RSUP Mataram tiba pada pukul 18:30 wita dan pasien langsung dibawa ke lantai II ruang isolasi,”jelasnya. (yon)