Kasus UTD RSUD Praya, Kerugian Negara Mulai Dihitung

Fadil Regan. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kejari Lombok Tengah menggelar ekspose dengan auditor BPKP terkait kerugian negara kasus biaya pengganti pengolahan darah Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Praya 2021. Biaya sebesar Rp2,7 miliar diduga macet pembayarannya. “Kita sudah ekspose dengan BPKP untuk yang kasus UTD transfusi darah itu,” ungkap Kepala Kejari Lombok Tengah Fadil Regan ditemui di Mataram kemarin.

Pihaknya masih memerlukan pendalaman mengenai unsur kerugian negara dalam kasus tersebut. Jaksa membahas mengenai data dan dokumen yang didapat di proses klarifikasi. “Pengumpulan bahan-bahan dokumen sudah. Masih penyelidikan,” sebutnya. Ekspose ini sebagai cara untuk menguak unsur kerugian negaranya. Sementara unsur perbuatan melawan hukum sedang digali. Saksi yang sudah dimintai keterangan sekurangnya sudah 15 orang. termasuk Direktur RSUD Praya.

Iklan

Kasus ini diselidiki sejak awal tahun 2021 lalu. Laporan yang masuk mengadukan indikasi biaya pengganti pengolahan darah tidak dibayarkan sejak tahun 2017. Setiap satu kantong darah ditetapkan biaya pengganti pengolahan sebesar Rp275 ribu setiap kantongnya.

Lebih dari tiga tahun, biaya pengganti ini diduga tidak dibayarkan. Meskipun sekurangnya sebanyak 10.250 kantong darah sudah disalurkan. Fadil belum dapat menjelaskan mengenai modus korupsi atau dugaan pidananya. “Kita lihat dulu hasil pendalamannya,” kata Fadil. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional