Kasus Tower Desa Sesela, Belasan Saksi Diperiksa Auditor

Wayan Suryawan (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kejari Mataram mengintensifkan pemeriksaan saksi kasus sewa lahan tower Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat. Kasus yang sudah di tahap penyidikan ini sekarang berproses di audit kerugian negara. Kades dan mantan Kades dipanggil.

Auditor pada BPKP Perwakilan NTB memeriksa para saksi. “Terkait dana sewa tower ini mereka menghitung kerugian negara,” kata Kasi Pidsus Kejari Mataram, Wayan Suryawan, Kamis, 6 Februari 2020.

Iklan

Dia menambahkan, pemeriksaan saksi-saksi itu sudah berlangsung sejak awal pekan ini. mulai dari Kades Sesela 2018-2023 Abu Bakar, Kades Sesela 2013-2018 Asmuni, sekretaris desa, bendahara desa, dan staf desa. “Sehari sekitar tiga sampai empat saksi,” sebutnya.

BPKP meminta waktu satu bulan untuk menggunakan kantor Kejari Mataram. dalam rangka audit penghitungan kerugian negara kasus sewa lahan tower Desa Sesela. “Untuk memudahkan pemeriksaan,” kata Wayan. Pelibatan auditor BPKP itu untuk menguatkan bukti kerugian negara. Jaksa penyidik sudah menemukan indikasi perbuatan melawan hukum dalam perjanjian sewa senilai Rp350 juta tersebut.

Lahan aset Desa Sesela seluas 8×8 meter disewa untuk pendirian tower telekomunikasi pada tahun 2018. Dalam perjanjiannya, lahan disewa selama 10 tahun dengan harga Rp350 juta. Jaksa menemukan indikasi uang tersebut langsung digunakan tidak sesuai mekanisme. Pendapatan desa dari sewa lahan tidak dimasukkan dalam APBDes. Penggunaannya pun diduga tidak melalui pembahasan.

Lebih jauh lagi, uang tunai sewa lahan tidak masuk ke kas desa. Sebagian diantaranya, Rp155 juta disimpan di ruang Sekdes. Uang itu dipakai untuk memberi pinjaman staf dan penggunaan atas perintah Kades. Sebagian uang sisanya ditransfer ke rekening rekening pribadi. (why)