Kasus Tewasnya Nayla, Polisi Temukan Unsur Pidana

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Polres Sumbawa menemukan adanya peristiwa pidana dalam kasus kematian bayi di bawah lima tahun (balita) Nayla Ramadani, bocah berusia dua tahun empat bulan asal Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Hal ini menyusul dilakukannya gelar perkara awal oleh pihak kepolisian setempat belum lama ini.

“Kami sudah melakukan gelar perkara awal hari Rabu lalu. Hasilnya kami menemukan adanya peristiwa pidana terhadap kematian korban,” kata Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Yusuf Tauziri, SIK kepada Suara NTB, Kamis, 20 Oktober 2016.

Iklan

Disebutkannya, pihaknya melakukan gelar perkara berdasarkan keterangan saksi yang diperoleh dalam proses penyelidikan. Dimana sejumlah saksi mengaku melihat korban dianiaya beberapa hari sebelum meninggal. Selain itu dari hasil visum dokter, yang menyebutkan ditemukan adanya luka lebam di bagian dada korban diduga bekas benda tumpul.

“Makanya dari hasil gelar perkara yang kami lakukan, kasus ini kami tingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan,” pungkas Yusta.

Selanjutnya, pihaknya berencana melakukan pemanggilan sejumlah saksi yang sebelumnya sudah pernah diperiksa dalam tahap penyelidikan. Saksi nantinya akan dimintai keterangan guna mendapatkan alat bukti. Disinggung mengenai sudah adanya tersangka, disebutkannya tergantung dari keterangan saksi yang diperoleh nantinya.

Seperti diberitakan, Nayla meninggal diawali dari kejang-kejang dan mulutnya berbusa. Bocah ini sempat dilarikan ke Puskesmas. Namun karena kondisi korban yang parah, terpaksa dirujuk ke rumah sakit. Meskipun demikian, nyawa Nayla tak bisa tertolong. Jenazahnya kemudian dimakamkan oleh orang tuanya di wilayah Batu Gong, jauh dari Dusun Empat tempatnya tinggal. Masyarakatpun curiga akan hal tersebut, dan menilai kematian Nayla janggal. Terlebih orang tuanya jarang bergaul dan bersosialisasi dengan warga lain. Nl ibu korban dan Sf calon ayah tiri korban nyaris dihakimi massa pasca kejadian tersebut. Mereka kemudian mendatangi Polres Sumbawa untuk memohon perlindungan. (ind)