Kasus Sengketa Aset, Oknum Penggugat Diduga Pakai Pipil Palsu

Lahan SDN 2 Bengkel ini bersengketa di tingkat PK di MA. (Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) menghadapi beberapa sengketa aset daerah yang digugat oleh sejumlah masyarakat. Beberapa kasus sengketa aset di inipun tengah bergulir di pengadilan dan Mahkamah Agung (MA). Di antaranya lahan aset Puskesmas Sesela Kecamatan Gunungsari di pengadilan tingkat pertama dan salah satu Sekolah Dasar (SD) di Bengkel Kecamatan Labuapi berlangsung di Mahkamah Agung. Khusus untuk sengketa lahan SD, diduga oknum penggugat menggunakan pipil palsu sebagai bukti melakukan gugatan tersebut.

Kepala Bagian Hukum dan Perundang-undangan Setda Lobar Ahmad Nuralam mengatakan pada sengketa lahan SD di Bengkel, pemda kalah di tingkat kasasi. Namun setelah dicek lagi, pipil Garuda yang dipakai untuk bukti oleh pihak penggugat diduga palsu. Lalu pihak tergugat melaporkan pipil tersebut ke kepolisian.”Hasil putusannya ternyata Pipil Garuda itu palsu,”beber dia. Bahkan kata dia, atas putusan pipil palsu itu pihak penggugat sudah dihukum.

Iklan

Selanjutnya hasil putusan pengadilan soal pipil Garuda palsu ini dijadikan bukti oleh Pemda Lobar untuk melakukan langkah hukum selanjutnya yakni Peninjauan Kembali (PK) ke MA disertai dengan surat pengakuan dari Kementrian Sosial yang menyatakan lahan tersebut milik kementerian sosial.

“Kita sudah ajukan PK berdasarkan hasil putusan pidana atas pipil garuda yang diputuskan palsu oleh PN Mataram. Itu bukti pertama. Dan surat pengakuan dari Kementerian Sosial yang menyatakan lahan tersebut milik Kementerian Sosial. Jadi bukti kedua,”jelas dia.

Selain kasus sengketa SD ini, Pihaknya juga menghadapi sengketa lahan puskesmas dan Pasar Seni Desa Sesela. Sejauh ini sengketa tersebut berlangsung di PN Mataram. Di pengadilan tingkat pertama Pemda menang N.O atau Niet-ontvankelijkheid van het Openbaar, karena gugatan pihak penggugat tidak diterima. Lalu pihak penggugat mengajukan gugatan lagi dan sudah dilakukan pemeriksaan saksi, tinggal bukti surat tambahan dan kesimpulan. “Mungkin sebulan lagi ada putusan dari pengadilan,”imbuh dia.

Di samping itu, untuk sengketa lahan IKK Remeneng Desa Sembung Kecamatan Narmada Pemda dinyatakan menang. Putusan ini sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) karena di Pengadilan Negeri Pemda menang N.O, selanjutnya di tingkat banding Pemda menang mutlak karena pihak pengadilan menolak gugatan pihak penggugat. “Tapi penggugat tidak mengajukan kasasi maka itu dinyatakan inkcraht,”tegas dia. (her)