Kasus SDN 7 Terara Tetap Jalan

Selong (Suara NTB) – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Selong, Tri Cahyo Hananto menyebut jika pihaknya sampai saat ini terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait dalam penanganan kasus proyek pembangunan gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Terara senilai Rp 762 juta. Dana pembangunan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2015. Dalam penanganannya, Tri Cahyo Hananto mengaku sampai saat ini terus mencari fakta tanpa mengejar target penetapan tersangka untuk menghindari adanya pihak yang terzalimi.

Dikonfirmasi Suara NTB, Rabu 19 Oktober 2016, Tri Cahyo mengaku, jika saat ini belum waktunya kasus SDN 7 Terara untuk dipublikasi, karena masih dalam penyidikan. “Kita juga punya pimpinan yang selalu mengawasi,  Selain itu, kita juga patuh kepada instruksi presiden, apabila sudah masuk secara hukum, maka nanti akan terbuka pada saat penuntutannya,” terangnya.

Iklan

Meski suatu kasus itu sudah masuk ke APH, sambungnya, bukan berarti orang-orang yang terlibat dalam kasus bisa dijadikan tersangka. Melainkan, ditetapkannya seseorang menjadi tersangka dalam suatu kasus itu terjadi apabila adanya fakta, alat bukti yang cukup kuat atau kesalahan yang diperbuat oleh yang bersangkutan benar-benar terjadi. Maka dari itulah, fakta-fakta yang terjadi dalam suatu kasus tersebut terus dicari.

“Orang yang terlibat dalam suatu kasus itu belum tentu ia bisa jadi tersangka, tidak bisa pula dipaksakan. Sehingga untuk penangan kasus SDN 7 Terara ini, kita sedang mencari fakta,” tandasnya.

Sejumlah pihak yang sudah diperiksa dalam kasus SDN 7 Terara itu di antaranya,  Wakil Ketua DPRD Lotim, Ridwan Bajeri dari Partai Amanat Nasional (PAN), Kepala Dishubkominfo Lotim, Mahsin, S.Pd, MM, ketika itu menjabat sebagai Kadis Dikpora Lotim dan juga berkapasitas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Selain itu, Sekretaris DPRD Lotim, H. Afkharuddin, dan Sekretaris Dikpora Lotim, Drs. M. Zaini, yang ketika itu sebagai Kabid Dikdas Dikpora Lotim serta mantan Kepala Unit Dikpora Kecamatan Terara, H. Sabarudin serta beberapa pihak terkait lainnya. (yon)