Kasus Ruang IGD dan ICU RSUD KLU, Potensi Kerugian Negara Lebih dari Rp1 Miliar

Tomo Sitepu. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Dugaan penyimpangan pada proyek pembangunan ruang IGD dan ruang ICU RSUD KLU tahun 2019 berpotensi signifikan.  Dari proyek pengerjaan IGD saja, kerugiannya mencapai Rp249 juta. Ditambah lagi dari kerugian negarai proyek penambahan ruang ICU.

Kerugian negara dua proyek perbaikan fasilitas pemerintah terdampak Gempa Lombok 2018 ini, diaudit Inspektorat Provinsi NTB. Proyek ruang IGD RSUD KLU dianggarkan dalam APBD 2019 sebesar Rp5,41 miliar. Tender proyek tersebut dimenangi PT Batara Guru Group dengan penawaran Rp5,1 miliar.

Iklan

Untuk proyek ICU, kerugian negaranya ditaksir Rp1 miliar. “Ya sekitar itu. Tapi kita belum terima dokumen hasil auditnya semua,” sebut Kajati NTB Tomo Sitepu, akhir pekan lalu.

Proyek penambahan ruang ICU RSUD KLU ditender dengan pagu anggaran Rp6,7 miliar. Proyek ini dikerjakan PT Apro Megatama dengan kontrak Rp6,4 miliar.

Masih berlangsungnya proses audit kerugian negara ini membuat jaksa penyidik belum melangkah ke tahap selanjutnya. Yakni penetapan tersangka. “Itu nanti setelah audit keluar semua,” imbuh Tomo.

Kejati NTB sebelumnya juga menyelidik penambahan ruang rawat inap kelas I, II, dan III dengan kontrak Rp4,87 miliar serta proyek pembangunan gedung farmasi kontrak Rp3,98 miliar. Tetapi terhadap proyek ini ditindaklanjuti melalui Inspektorat Lombok Utara untuk diselesaikan secara administrasi. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional