Kasus Rehab Asrama Haji NTB, Penetapan Tersangka Tinggal Selangkah Lagi

Dedi Irawan. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) — Calon tersangka kasus rehab gedung Asrama Haji NTB segera digelandang. Kejati NTB hanya butuh satu langkah lagi. Yakni hasil audit kerugian negara.

“Minggu ini keluar dari BPKH. Tinggal itu saja sebelum penetapan tersangka,” beber Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan dikonfirmasi Rabu, 8 Juli 2020 kemarin.

Iklan

Dia menambahkan semua bukti yang mengarah pada perbuatan pidana sudah ditemukan. Bukti itu nantinya akan dibawa bersamaan dengan hasil audit kerugian negara ke meja ekspose kasus.

“Hasil audit itu pembuktian unsur merugikan keuangan negara. Kalau bukti yang lain sudah lengkap,” terang Dedi. Pada prinsipnya, imbuh dia, jaksa penyidik Pidsus sudah punya nama pihak yang akan dimintai pertanggungjawabannya.

“Tinggal ekspose, tersangka ditetapkan,” ucapnya.

Kasus itu tidak hanya akan menjerat satu pihak saja. Proyek fisik rehab gedung menggunakan pihak swasta sebagai pelaksananya. “Selain itu kan ada dana PNBP yang tidak disetor. Bisa saja lebih dari satu orang (tersangka),” beber Dedi.

Asrama Haji Provinsi NTB mendapat gelontoran dana untuk rehabilitasi gedung pada tahun 2017. Namun pekerjaan fisik itu malah jasi temuan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Nilai temuannya Rp1,2 miliar yang diduga merugikan keuangan negara.

Rinciannya dari kelebihan pembayaran atas pekerjaan. Antara lain, rehabilitasi gedung di UPT Asrama Haji sebesar Rp 1,17 miliar, rehabilitasi gedung untuk hotel sebesar Rp373,11 juta, rehabilitasi Gedung Mina Rp235,95 juta.

Selanjutnya, rehabilitasi Gedung Sofwa Rp242,92 juta, rehabilitasi Gedung Arofah Rp290,6 juta, dan rehabilitasi gedung PIH sebesar Rp28,6 juta. Sementara dana PNBP dan sewa gedung diduga sebesar Rp400 juta tidak disetorkan ke negara. (why)

  WNA Perancis Kabur, Indikasi Keterlibatan ’’Orang Dalam’’ Diselidiki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here