Kasus Rehab Asrama Haji, Audit Kerugian Negara Belum Tuntas

Dedi Irawan. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Audit kerugian negara kasus perbaikan gedung Asrama Haji Embarkasi Lombok 2017 belum tuntas. Formula audit masih perlu disempurnakan lagi. Imbasnya penetapan tersangka kasus tersebut molor lagi.

Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan menjelaskan tim penyidik Pidsus sudah menerima surat terkait audit itu dari Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH). “Dari BPKH konsepnya masih kurang pas,” ucapnya dikonfirmasi Selasa, 11 Agustus 2020.

Iklan

Audit ke BPKH itu, sambung dia, berkaitan dengan sumber anggaran yang dikelola. Sebelumnya juga kasus itu merupakan tindaklanjut dari temuan indikasi kerugian negara BPKH.

“Kita belum bisa pastikan apakah ada tersangka baru atau tersangkanya sama dengan yang PNBP,” jelasnya.

Untuk dugaan korupsi PNBP, dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Yakni Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok berinisial AF dan Bendahara berinisial IJK. Dua tersangka diduga menggunakan uang sewa gedung untuk kepentingan pribadi.

Hasil audit Inspektorat Provinsi NTB menyatakan kerugian negara yang timbul sebesar Rp400 juta sepanjang tahun 2017-2019 dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sewa gedung Asrama Haji.

Bukannya disetor ke negara, uang sewa diduga dipakai untuk ongkos transportasi perjalanan pribadi para pejabat Asrama Haji.Pengeluaran uang dilakukan tersangka IJK atas sepengetahuan tersangka AF. Padahal uang hasil sewa gedung itu seharusnya disetor ke negara.

Sementara dana untuk rehabilitasi gedung pada tahun 2017, ditemukan indikasi penyimpangan sebesar Rp1,2 miliar. Rinciannya dari kelebihan pembayaran atas pekerjaan rehabilitasi gedung di UPT Asrama Haji sebesar Rp1,17 miliar, rehabilitasi gedung untuk hotel sebesar Rp373,11 juta, rehabilitasi Gedung Mina Rp235,95 juta. Selanjutnya, rehabilitasi Gedung Sofwa Rp242,92 juta, rehabilitasi Gedung Arofah Rp290,6 juta, dan rehabilitasi gedung PIH sebesar Rp28,6 juta. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here