Kasus Rababaka Naik ke Penyidikan

M. Isa Ansyori. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu, akhirnya memutuskan kasus dugaan korupsi DD/ADD Desa Rababaka tahun 2018 naik tahap penyidikan. Hal itu berdasarkan hasil kesepakatan tim yang disampaikan pada gelar perkara, Senin, 24 Februari 2020.

Kasi Pidsus Kejari Dompu, M. Isa Ansyori, SH, kepada Suara NTB menyampaikan, setelah dilimpahkannya hasil penghitungan kerugian keuangan negara oleh Inspektorat beberapa waktu lalu, ia bersama tim langsung menggelar pertemuan untuk menindaklajuti perkara tersebut. Hasilnya diputuskan naik pada tahap penyidikan. “Tadi sudah kita ekspos, dimana tim sepakat untuk ditingkatkan pemeriksaannya ke tahap penyidikan,” ungkapnya.

Iklan

Atas tahapan baru perkara yang telah merugikan keuangan negara sekitar Rp400 juta ini, penyidik akan segera memanggil saksi-saksi untuk pendalaman informasi. Sehingga terungkap siapa sebetulnya dalang dibalik kasus korupsi tersebut.

Untuk tahapan ini, lanjut M. Isa Ansyori, pihaknya tak berani memasang target waktu penuntasan sampai penetapan tersangka. “Insa Allah secepatnya kita bisa buat terang kasus ini. Intinya sambil jalan, karena kita juga banyak menangani perkara-pekara lain sekarang,” jelasnya.

Selain pendalaman informasi pada saksi, langkah penyitaan barang bukti akan lebih leluasa dilakukan setelah ditingkatkannya ke tahap penyidikan. Termasuk pemeriksaan para pihak yang kemungkinan terlibat dalam pelaksanaan sejumlah program fisik dan non fisik pemerintah Desa Rababaka tahun 2018.

Informasi yang dihimpun Suara NTB sebelumnya, penyidik tinggal selangkah lagi menetapkan status tersangka untuk Kepala Desa Rababaka, Tri Sutrisno. Terkait kasus dugaan korupsi DD/ADD tahun 2018 yang telah merugikan keuangan negara Rp400 juta. Sesuai Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat yang diterima, Kamis, 20 Februari 2020.

Soal anggaran tersebut apakah ditilep pribadi oleh kepala desa atau terdapat pihak lain yang turut bertanggungjawab, akan digali lebih jauh setelah gelar perkara dilakukan. “Itu yang akan kita dalami ditahap berikutnya berdasarkan hasil ekspose. Siapa saja yang bertanggungjawab, bagaimana modusnya dan digunakan untuk apa,” jelasnya.

Jika melihat kerugian keuangan negara yang ditimbulkan cukup banyak, besar kemungkinan kasus tersebut dinaikan pihaknya ke tahap penyidikan dengan tersangka utama Kepala Desa Rababaka, Tri Sutrisno. (jun)