Kasus Pungutan Dana Masjid, Penyidik Limpahkan Dua Berkas Tersangka

Para tersangka dugaan pungutan dana perbaikan masjid terdampak gempa Lombok saat ditahan oleh aparat, beberapa waktu lalu. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Dua berkas tersangka dugaan pungutan dana perbaikan masjid terdampak gempa Lombok dilimpahkan ke jaksa. Dua berkas itu yakni tersangka Ikbaludin Kasubag TU Kemenag Lobar dan berkas tersangka H. Silmi, pejabat Kanwil Kemenag NTB. Jaksa masih meneliti berkas tersebut.

“Kita sudah terima pelimpahan tahap satu dua berkas dari Polres Mataram. Kasus dana masjid,” ujar Kasi Pidsus Kejari Mataram Anak Agung Gde Putra ditemui kemarin di ruang kerjanya. Dia menjelaskan, jaksa memiliki waktu selama 14 hari untuk meneliti berkas tersebut. Apabila masih ada kekurangan maka akan dikembalikan lagi ke penyidik. “Berkasnya sedang diteliti. Nanti kalau ternyata belum lengkap kita kasi petunjuk,” sebutnya.

Iklan

Sementara satu berkas tersangka Lalu Basuki Rahman sudah lebih dulu dikembalikan ke penyidik. “Masih ada beberapa yang belum lengkap. Kita kembalikan lagi ke Polres,” kata Putra. Staf KUA Gunungsari Lalu Basuki Rahman tertangkap tangan meminta setoran dana bantuan masjid terdampak gempa. Dia tertangkap tangan Senin (14/1) di Jalan Dusun Limbungan Selatan, Desa Taman Sari, Gunungsari, Lombok Barat sekitar pukul 11.00 Wita.

Tersangka kala itu mengendarai sepeda motor dan menghampiri salah satu pengurus Masjid Baiturrahman. Tersangka menerima uang yang terbungkus plastik hitam. Dua bungkus plastik isinya masing-masing Rp5 juta. Tersangka Basuki diduga memungut dana dari Masjid Baiturrahman Limbungan Selatan, Desa Taman Sari, Gunungsari, Lombok Barat, sebesar Rp10 juta; Masjid Nurul Huda Rp20 juta, Masjid Al-Ijtihad Rp10 juta, serta Masjid Quba’ dimintai kembali Rp9 juta.

Uang hasil pungutan itu kemudian disetorkan ke Kasubbag TU Kemenag Lombok Barat, M Ikbaludin, yang diduga diperintah tersangka Kasi Kepegawaian Kanwil Kemenag NTB, H Silmi. Polisi menyita uang tunai Rp95 juta sebagai barang bukti. (why)