Kasus Pungutan Dana Bantuan Masjid, Jaksa dan Terdakwa Sama-sama Banding

Fathurrauzi (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Jaksa penuntut umum dan terdakwa H. Silmi sama-sama mengajukan banding atas vonis pengadilan tingkat pertama. Perkara pungutan dana bantuan masjid terdampak gempa Kanwil Kemenag NTB 2019 berlanjut ke Pengadilan Tinggi NTB. Keduanya sudah resmi menyatakan banding.

 

Iklan

Hal itu diungkapkan Juru Bicara Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, Fathurrauzi dikonfirmasi Selasa, 27 Agustus 2019 kemarin. “Jaksa dan penasihat hukum terdakwa sama-sama banding,” ucapnya. Masing-masing pihak tersebut memiliki waktu 14 hari untuk menyerahkan memori banding.

 

Meski memori banding itu bukan sesuatu hal yang wajib. “Nanti kalau sudah kita terima memori bandingnya kita teruskan ke PT (Pengadilan Tinggi),” terangnya. H. Silmi sudah divonis bersalah Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram. Sehingga mantan Kasubbag Ortala Kanwil Kemenag NTB ini dijatuhi hukuman penjara selama empat tahun.

 

Jaksa penuntut umum sebelumnya mengajukan tuntutan agar Silmi dihukum delapan tahun penjara, denda Rp200 juta subsider dua bulan. Silmi terbukti korupsi memotong dana bantuan masjid terdampak gempa Lombok 2018 sebesar Rp54,7 juta. Silmi juga didenda Rp100 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan maka harus diganti dengan kurungan selama dua bulan.

 

Menurut majelis hakim yang diketuai Isnurul Syamsul Arif, Silmi terbukti memungut dana bantuan masjid sebesar Rp54,7 juta. Caranya dengan menyuruh Kasubbag TU Kemenag Lombok Barat M Ikbaludin. Ikbal lalu meminta Staf KUA Gunungsari Lalu Basuki Rahman memungut di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.

 

Total dana yang terkumpul dari 12 masjid sejumlah Rp70 juta. Basuki memotong dana dari lima masjid di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat yang totalnya Rp49 juta. Sebagiannya, yakni Rp19 juta dipakainya sendiri. Sisanya disetor ke Ikbal. Kemudian Rp10 juta disita polisi saat Basuki tertangkap tangan Januari lalu.

 

Sementara Ikbal memotong dana masjid dari tiga masjid di Kecamatan Lingsar dan empat masjid di Kecamatan Batulayar, Lombok Barat. Total yang berhasil dihimpun Ikbal sebesar Rp50 juta. Pemotongan dana bantuan masjid itu berkat perintah Silmi kepada Ikbal. Ketentuannya, masing-masing masjid yang mendapat dana bantuan dipotong sebesar 30 persen. Dari Ikbal, Silmi mendapat setoran sebesar Rp54,7 juta. (why)

Advertisement