Kasus Pungli SD/SMP Kota Mataram Segera Masuk Persidangan

Kepala Kejari Mataram, I Ketut Sumedana (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Jaksa penyidik akan melimpahkan tersangka dan barang bukti kasus pungli kepala SD/SMP Kota Mataram. Proses itu bagian tahapan kasus dengan tersangka mantan Kadisdik Kota Mataram, H Sudenom yang masuk ke tahap penuntutan. Setelah berkasnya dinyatakan lengkap.

Penyidikan kasus dugaan pungli terhadap kepala SD/SMP lingkup Kota Mataram tuntas. Jaksa penyidik mencukupkan pemeriksaan saksi dan penyitaan barang bukti. Sementara, tersangka sudah dikenai tahanan kota untuk memudahkan tahapan penanganan lebih lanjut.

Iklan

“Senin (pekan depan) tahap dua,” ujar Kepala Kejari Mataram, I Ketut Sumedana, Jumat, 16 November 2018.

Tahap dua merupakan tahapan pelimpahan tersangka dan barang bukti, dari jaksa penyidik ke jaksa penuntut umum. Yakni dari tahapan penyidikan ke tahapan penuntutan ke pengadilan.

Tersangka Sudenom tidak dilakukan penahanan badan dengan alasan sakit.

“Tapi tersangka tahanan kota. Nanti tergantung jaksa penuntut umum, apakah akan melakukan penahanan (di Lapas) atau tidak setelah tahap dua nanti,” paparnya.

Mantan Kadisdik Kota Mataram, Sudenom ditetapkan tersangka atas dugaan pungli terhadap 60 Kepala SD/SMP se-Kota Mataram tahun 2018 ini. Sebab terlibat kasus itu, Sudenom diberhentikan sementara dari jabatannya.

Tersangka diduga meminta setoran dari kepala sekolah mulai Rp1,5 juta sampai Rp2,5 juta setiap sekolah. Uang pungutan yang terkumpul dari hasil audit jaksa mencapai Rp120 juta. Awalnya diduga meminta dari total 140 sekolah.

Atas perbuatannya itu, Sudenom dijerat pasal 5 dan atau pasal 11 UU RI No 20/2001 tentang perubahan atas UU RI No 30/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (why)