Kasus Proyek Senggigi, Polres Kembali Periksa Rekanan dan Pejabat

Longsor di proyek penataan Senggigi sedang diperbaiki. (Suara NTB/dok)

Giri Menang (Suara NTB) – Proses pemeriksaan atas tiga titik proyek penataan Senggigi terus diproses Polres Lombok Barat (Lobar). Tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipitkor) Satreskrim Polres Lobar segera menuangkan sejumlah pemeriksaan ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Koordinasi dengan Tim Ahli yang sudah turun memeriksa proyek itupun akan kembali dilakukan untuk BAP itu.

“Sedang koordinasi dengan Ahli dari ITS untuk minta keterangan yang akan dituangkan dalam berita acara terkait hasil pemeriksaan,” terang Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Lobar, Ipda M Baejuli yang dikonfirmasi, Rabu, 15 September 2021.

Iklan

I menjelaskan, hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan itu perlu dilakukan BAP. Mulai dari hasil Tim Ahli setelah turun lapangan itu hingga hasil pemeriksaan sejumlah pihak terkait berdasarkan hasil dari tim ahli.  Baik itu konsultan, penyedia maupun pihak dinas terkait.

“Jadi berdasarkan hasil pemeriksaan ITS itu terkait hasil pemeriksaan konstruksi di lapangan, selanjutnya kita melakukan pemeriksaan kepada para pihak. Dalam hal ini konsultan perencana, stafnya, begitu juga terhadap penyedia maupun dari pihak dinas,” jelasnya.

Disinggung terkait hasil koordinasi dengan Inspektorat atas dugaan kerugian negera, Baejuli mengaku untuk indikasi itu pihaknya belum sampai sana. Karena ia beralasan pihaknya masih diminta untuk melengkapi pemeriksaan.”Seperti itu,” ujarnya.

Meski demikian, ia tak memungkiri pemeriksaan indikasi kerugian negara itu bisa saja dilakukan pihak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) maupun Inspektorat. “Karena keduanya punya domain untuk itu,”pungkasnya.

Sementara itu proses perbaikan ketiga titik proyek penataan Senggigi itu terus berlanjut. Setelah pihak Pemkab Lobar menyatakan rusaknya ketiga titik itu, karena bencana alam dan dikeluarkannya surat tanggap bencana. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional