Kasus Proyek Dermaga Senggigi 2019, Penyidik Nantikan Hasil Cek Fisik

I Gusti Putu Gede Ekawana (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Proyek Dermaga Senggigi, Lombok Barat yang digarap tahun 2019 lalu belum lepas dari bidikan polisi. Meskipun, rekanan memenangkan sengketa arbitrase melawan Dinas Perhubungan Lombok Barat. Poin pengusutannya pada pekerjaan yang mangkrak. “Kalau kita kan lihatnya bagaimana penggunaan anggaran itu, kenapa proyek itu tidak selesai, apakah ada tindak pidana korupsinya di sana,” terang Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana ditemui Kamis, 10 Juni 2021.

Sebelumnya penyelidikan kasus ini tersendat gugatan arbitrase tersebut. Sampai akhirnya putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) memenangkan CV Cipta Anugerah Pratama. Pemkab Lombok Barat diputuskan harus membayar pekerjaan setara 73 persen karena sebelumnya baru dibayar 50 persen. Pemkab Lombok Barat melawan lagi pada Maret lalu dengan mengajukan gugatan pembatalan arbitrase ke Pengadilan Negeri Mataram. Tapi hasilnya tetap sama. Gugatan Pemkab Lombok Barat ditolak untuk seluruhnya. Eksepsi BANI Perwakilan Surabaya dan CV Cipta Anugerah Pratama pun ditolak.

Iklan

“Setelah gugatan-gugatan itu kita lanjutkan lagi penyelidikannya. Kita sedang menunggu hasil cek fisik kondisi pekerjaan proyek itu,” jelasnya. Eka mengatakan, penyidik sedang mendalami indikasi unsur korupsi pada pengerjaan proyek tersebut. Yang kemudian dihubungkan dengan unsur kerugian negaranya. Kerugian negara baru dihitung apabila sudah ada hasil cek fisik. “Tim masih turun,” tandasnya.

Proyek Dermaga Senggigi dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Perhubungan Lombok Barat tahun 2019. Proyek kemudian ditender dengan harga perkiraan sendiri Rp 8,74 miliar. CV Cipta Anugerah Pratama menang tender dengan penawaran Rp 8,3 miliar. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional