Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Bupati Soroti Tempat Isolasi Pasien di Desa Tak Berjalan

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid bersama Sekda H. Baehaqi, Kapolres dan Dandim saat membahas Pemantapan Tim Tracer Desa, Sabtu, 17 Juli 2021. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid didampingi Sekda Dr. H. Baehaqi bersama Kapolres Lobar AKBP Bagus Satriyo Wibowo dan Dandim 1606/Mataram melaksanakan Rapat Pemantapan Tim Tracer Desa bertempat di Aula Besar Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar, Gerung, Sabtu, 17 Juli 2021. Lobar dalam kondisi darurat Covid-19, karena angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 melonjak. Bahkan dalam lima hari ada 100 orang terkonfirmasi positif virus ini.

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dalam arahannya mengatakan situasi nasional saat ini berada di level darurat, sehingga diharapkan apa yang menjadi kebijakan dari pusat maupun provinsi dan kabupaten harus ditindaklanjuti. “Perlu diketahui bahwa fasilitas, baik rumah sakit dan tenaga kesehatan di wilayah Lobar masih memiliki kekurangan dalam penanganan Covid-19,” jelasnya.

Iklan

Untuk itu, kata dia, dengan situasi dan kondisi darurat dapat diimbangi dengan kerja keras semua pihak yang maksimal khususnya camat dan puskesmas bersama TNI/Polri dengan kolaborasi dan sinergi dalam segala bentuk kegiatan penanganan Covid-19.

Ia menyoroti masalah isolasi yang ada di setiap desa saat ini masih belum berjalan maksimal. Ia pun menekankan agar hal ini harus intens diawasi, khususnya semua kepala desa diharapkan turut andil dalam penanganan Covid bersama semua pihak. Upaya lain yang dilakukan dalam penanganan Covid-19, adalah melalui penyekatan. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir mobilitas orang dan mengimbangi kegiatan PPKM Darurat  Kota Mataram.

Sekda Lobar H. Baehaqi mengatakan, pemda akan melakukan  pemantapan kembali Tim Tracer Desa yang sudah membentuk tim, sehingga di dalam pelaksanaan nantinya berjalan sesuai aturan. Pihaknya juga berharap kepada para camat membuat minimal tiga tempat Isolasi yang nyaman untuk warga masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19. “Sesuaikan dengan rasio pergerakan dilapangan yang mempunyai dasar serta sistem, serta harus bekerja baik dalam melakukan tracing secara cepat dalam mengontrol, selain itu juga camat tetap melakukan rapat koordinasi dalam kesiapan terkait dengan vaksinasi dan penyekatan,” ungkapnya.

Kabid Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Kesehatan Lingkungan (P3KLDinas Kesehatan (Dikes) Lobar dr. H. Ahmad Taufiq Fathoni menerangkan situasi Covid-19 dalam pekan ini tidak begitu baik.  “Dalam lima hari terakhir angka kasus Covid-19 mencapai 100 kasus lebih terkonfirmasi positif Covid-19, dan saat ini warga masyarakat yang diisolasi sebanyak 250 orang,” ujarnya. Selanjutnya untuk kasus Covid-19 tertinggi saat ini ada di Puskesmas Gerung sebanyak 40 kasus.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dikes Lobar drg. Ni Made Ambaryati menjelaskan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pengelola salah satu hotel di kawasan wisata Senggigi dan sudah disiapkan 64 tempat tidur sebagai rumah sakit darurat. “Untuk pasien yang dibawa ke rumah sakit darurat yakni gejala ringan,” ujarnya. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional