Kasus Penyertaan Modal LCC, Azril Diperiksa Jadi Saksi Abdurrazak

Mantan Dirut PT Tripat Lalu Azril Sopandi digiring jaksa Kejati NTB, Senin, 17 Februari 2020 usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka mantan Bendahara PT Tripat Abdurrazak dalam kasus penyertaan modal dan ganti rugi bangunan lahan LCC Narmada. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Mantan Direktur Utama PT Tripat Lalu Azril Sopandi diperiksa jaksa penyidik Kejati NTB, Senin, 17 Februari 2020. Tersangka kasus penyertaan modal PT Tripat pada Lombok City Center Narmada ini diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Bendahara PT Tripat, Abdurrazak.

Selama dua jam Azril menghadap penyidik Pidsus. Diperiksa sejak pukul 10.00 Wita, Azril yang mengenakan rompi tahanan kejaksaan itu baru keluar ruangan jaksa penyidik sekitar pukul 12.00 Wita.

Iklan

Azril mengunci mulut saat ditanyai perihal materi pemeriksaan. “Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Abdurrazak,” beber Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan saat dikonfirmasi usai pemeriksaan.

Keterangan Azril diambil berdasarkan pemeriksan Abdurrazak sebelumnya. Pemeriksaan itu untuk melengkapi berkas tersangka Abdurrazak.

Azril dan Razak pernah satu kantor pada tahun 2013 lalu, yakni di PT Tripat. Hubungannya, Azril sebagai Direktur Utama sementara Razak sebagai Bendahara.

Mereka disangka berperan kuat dalam penyimpangan uang penyertaan modal dan dana ganti rugi bangunan Dinas Pertanian Lombok Barat. Keterangan Razak dalam pemeriksaan sebelumnya dikonfrontir dengan keterangan Azril dalam pemeriksaan.

Dia menambahkan, berkas perkara dengan tersangka Azril sudah lengkap. Meski demikian, untuk efektivitas penanganan perkara. Berkasnya akan bersamaan dengan berkas tersangka Razak.

“Berkas Razak dikebut agar nanti bisa dilimpahkan bersamaan,” sebut Dedi.

Dalam kasus itu, Azril disangka menyalahgunakan kewenangannya dalam mengelola modal Pemkab Lombok Barat pada PT Tripat sebesar Rp1,7 miliar. Sementara Razak diduga bersama-sama membantu Azril dalam melakukan tindak pidana korupsi tersebut.

Dana penyertaan modal PT Tripat dipakai untuk kerjasama operasional LCC bersama PT Bliss Pembangunan Sejahtera (BPS). Auditor Inspektorat Lombok Barat menemukan indikasi kerugian negara Rp502,2 juta dari penyertaan modal itu. Kemudian juga mengenai dana ganti bangunan Dinas Pertanian Lombok Barat yang menempati lahan PT Tripat di Lombok City Center, pusat perbelanjaan yang dikelola bersama PT Bliss Pembangunan Sejahtera.

Dugaan korupsi pada dana ganti rugi bangunan merugikan negara sebesar Rp665,2 juta, sesuai audit Inspektorat. PT Bliss memberikan PT Tripat dana sebesar Rp2,7 miliar untuk penggantian gedung Dinas Pertanian Lombok Barat di Narmada yang terkena pembangunan mal LCC. (why)