Kasus Penyelundupan Modus Truk Angkut Sekam, Cukong Pemilik Kayu Diburu

Truk berisi kayu Rajumas diduga hasil penebangan liar diamankan di Kantor Dinas LHK Provinsi NTB. Kayu ini diangkut dengan modus disembunyikan di bawah tumpukan karung sekam.(Suara NTB/Dinas LHK Provinsi NTB)

Mataram (Suara NTB) – Pemilik kayu Rajumas diduga hasil penebangan liar di kawasan hutan Gunung Tambora, Dompu masih diburu. Kayu sebanyak 126 batang ini sebelumnya dipergoki hendak dibawa ke luar NTB melalui jalur darat. Modusnya, kayu disembunyikan di bawah tumpukan karung sekam. “Seolah-olah truk itu sedang mengangkut muatan hasil pertanian. Tetapi ternyata setelah kita periksa, di bawahnya ada kayu batangan,” ungkap Kasi Gakkum Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Astan Wirya, Rabu, 16 Juni 2021.

Kayu ini diangkut dengan truk sedang berwarna kuning. Truk ini diperiksa saat melintas pos pemeriksaan Pelabuhan Kayangan, Pringgabaya, Lombok Timur Minggu lalu. Tim gabungan bersama Balai KPH Lombok Timur mencurigai adanya pengangkutan kayu tanpa dokumen sah hasil hutan. “Hasil hutan kayu yang kita duga ilegal. Dari interogasi, kita dapat informasi kayu ini dibawa dari Tambora,” sebut Astan. Jumlah kayu yang diangkut sebanyak 126 batang setara volume 13 kubik. “Kayunya berjenis Rajumas atau Duabanga Mollucana,” imbuh dia.

Iklan

Astan mengatakan pihaknya masih mendalami pemesan kayu tersebut. Tujuan penjualan dan nilai pemesanannya. Demikian juga dengan orang atau cukong yang berada di balik pengiriman kayu dari kawasan hutan itu. “Karena saat ini, wilayah NTB sedang moratorium penebangan maupun peredaran hasil hutan kayu. Kita duga kuat kayu ini hasil penebangan liar,” jelasnya.

Moratorium ini sudah berlaku sejak Desember 2020 berdasarkan Instruksi Gubernur NTB No188.4.5-75/Kum tahun 2020. Pada intinya, mengatur penghentian sementara pengangkutan kayu dari pelabuhan Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok. Kemudian, pengangkutan kayu tidak sesuai dokumen harus diproses sesuai aturan perundang-undangan, pengeculian pada penebangan kayu yang sudah ditebang sebelum dikeluarkannya Instruksi Gubernur NTB itu tetapi wilayah peredarannya hanya sebatas di pulau asal kayu tersebut. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional