Kasus Penipuan Dapoer Emak Caca, Aliran Dana Investasi Ditelusuri

Kadek Adi Budi Astawa. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polresta Mataram menelusuri aliran dana hasil penghimpunan modal investasi Dapoer Emak Caca. Korban investor menyetorkan modal ke tersangka Laras Chyntia melalui tunai dan transfer. Namun diduga dana itu dikelola untuk unit bisnis fiktif. “Masih kita dalami setiap orang yang terkait modus usaha. Kita telusuri rekening yang dipakai tersangka Laras,” ungkap Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, Kamis, 5 November 2020.

Kasus ini ditangani atas laporan satu orang investor. Kemudian menyusul lagi sampai saat ini 14 korban yang menyampaikan laporan pengaduan. Korban ini mengaku menyetorkan modal dengan janji keuntungan fantastis. Korban ini menyetor modal untuk pengembangan unit bisnis Dapoer Emak Caca di Lombok Tengah, yakni Caca Village. Korban yang menyetor modal Rp25 juta dijanjikan pengembalian modal dan keuntungan yang totalnya Rp36 juta dalam waktu hanya tiga bulan.

Iklan

“Tanahnya ada, usahanya tidak ada. Tanahnya ini pengakuannya milik pribadi tersangka. Tapi masih akan kita cek lagi,” jelas Kadek Adi. Pendalamannya juga berupa akta jual beli tanah tersebut, nilai pembeliannya, waktu pembeliannya, serta asal dana yang dipakai untuk membayar tanah tersebut. “Asal uang untuk membelinya ini masih kita dalami,” terangnya.

Dalam kasus ini, tersangka Laras sudah ditahan sejak Senin (5/10) lalu. Pemilik Dapoer Emak Caca yang pengalaman sebagai koki ini disangka pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan pasal 378 KUHP tentang penipuan. Ancaman hukumannya paling lama empat tahun penjara. (why)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional