Kasus Pengadaan Benih Jagung 2017, Tersangka AP Gugat Perdata Rekanan Penyedia Rp8,559 Miliar

Dedi Irawan. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan benih jagung 2017 mencoba mencari dalih dengan membuat gugatan perdata. Direktur PT SAM berinisial AP mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Mataram. Isinya, menggugat wanprestasi rekanan penyedia atau supplier benih jagung dan pihak swasta senilai Rp8,559 miliar.

“Gugatan itu urusan dia pribadi. Perdata kan urusannya privat antara dia penyedia benih jagung dengan pihak lain,” kata Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan dikonfirmasi Senin, 8 Maret 2021. Dihimpun dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadian Negeri Mataram, AP Bersama PT SAM mengajukan gugatan wanprestasi yang terdaftar dengan nomor 40/Pdt.G/2021/PN Mataram.

Iklan

Gugatan diajukan terhadap Diahwati dan CV Tani Tandur. Diahwati sebagai pihak swasta yang menghubungkan AP untuk memesan benih ke perusahaan asal Kediri, Jawa Timur ini. AP diduga membuat kontrak pemesanan ini di bawah tangan selain kontrak resmi. “Kontrak pengadaan barang dan jasa antara penyedia dengan PPK itu larinya ke publik. Kontrak ini kan berhubungan dengan keuangan negara makanya larinya ke pidana. Kalua perdata itu urusan pribadi dia,” imbuh Dedi.

Dedi menegaskan, gugatan perdata itu tidak ada hubungannya dengan penanganan kasus yang sekarang masih dalam proses penyidikan ini. “Tidak menghalangi proses penyidikan. Penyidikan tetap berjalan,” terangnya. Juru Bicara Pengadilan Negeri Mataram Theodora Uskupan mengatakan, perkara gugatan wanprestasi tersebut sudah terdaftar. “Sidang perdana pembacaan gugatan sudah digelar,” ujarnya dikonfirmasi terpisah.

AP diwakili kuasa hukum Emil Siain menyampaikan bunyi gugatan dalam siding perdana Selasa pekan lalu. Dalam gugatan perdata itu, AP meminta hakim menyatakan perbuatan Diahwati sebagai wanprestasi. Yakni mengirimkan benih jagung yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan kontrak melalui CV Tani Tandur. Hal itu menurutnya menimbulkan kerugian materiil dan biaya serta bunga.

AP merasa dirugikan Rp7,559 miliar. Ditambah lagi dengan kerugian biaya dan bunga Rp1 miliar. Sehingga AP merasa dirugikan yang totalnya mencapai Rp8,559 miliar. Diahwati dan CV Tani Tandur digugat mengganti kerugian tersebut. Selain itu, AP pun meminta hakim menyatakan sita jaminan terhadap rekening tabungan BCA milik Diahwati. Juga, sebidang tanah dan bangunan serta alat produksi benih jagung milik CV Tani Tandur yang terletak di Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Sementara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan benih jagung, AP sebagai Direktur PT SAM sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka AP diduga menyediakan benih jagung yang tidak sesuai spesifikasi. Selain itu, benih jagung diduga dioplos dengan jagung konsumsi. PT SAM mendapat kontrak pengadaan Rp17 Miliar. Anggaran ini untuk pengadaan 480 ton benih daerah penyaluran kabupaten/kota se-NTB.

Tersangka lain dalam kasus ini antara lain mantan Kadis Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB HHF. Perannya mengatur rekanan pelaksana pengadaan dengan memengaruhi Unit Layanan Pengadaan Provinsi NTB. Serta, mengatur proyek melalui PPK berinisial IWW. Rekanan lain yang turut menjadi tersangka yakni LIH sebagai Direktur PT WBS. PT WBS mendapat kontrak pengadaan benih jagung sebesar Rp31 miliar. Sebagian besar dari 840 ton benih yang diadakan juga diduga tidak sesuai spesifikasi. Total kerugian negara dari dua proyek ini menurut penghitungan jaksa mencapai Rp15,4 miliar. (why)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional