Kasus Pengadaan Benih Jagung 2017, Rekanan Klaim Kembalikan Kerugian Negara

Direktur PT WBS Lalu Ikhwan Hubi dalam pengawalan usai diperiksa jaksa penyidik Kejati NTB tengah pekan lalu. Ikhwan merupakan tersangka kasus pengadaan benih jagung tahun 2017 yang turut menjerat mantan Kadistanbun Provinsi NTB Husnul Fauzi sebagai tersangka.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Rekanan tersangka kasus pengadaan benih jagung tahun 2017 ramai-ramai mengklaim pengembalian kerugian negara. Tapi, ternyata pengembalian atas temuan BPK RI itu hanya muslihat karena melebihi batas waktu. Lagipula, nilai kerugian negara menurut penyidikan Kejati NTB belum resmi angkanya karena masih dihitung.

Kepala Kejati NTB Tomo Sitepu berang dengan tindakan para rekanan tersangka. Khususnya yang membuat akal-akalan bahwa seolah sudah ada pengembalian kerugian negara. Padahal nyatanya tidak, jika merujuk aturan mengenai tindaklanjut temuan kerugian negara berdasrkan pemeriksaan auditor negara. “Bagaimana kalau kita tidak sidik, mereka makan habis uang itu. Itu sudah dikasih waktu enam bulan lho, tapi tidak dikembalikan,” ujarnya saat berbincang dengan wartawan akhir pekan lalu.

Iklan

Pengembalian kerugian negara yang diklaim tersangka melalui mekanisme Aparat Intern Pengawasan Pemerintah (APIP). Padahal masanya sudah kedaluwarsa. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas anggaran pengadaan jagung tahun 2017 di NTB terbit tahun 2018. Selama jangka waktu enam bulan paling lama setelah LHP itu diserahkan, tidak kunjung ada pengembalian kerugian negara. Rekanan ini malah buru-buru mengembalikan belakangan ini. setidaknya sejak tahun 2020 sampai 2021. Yang mana pengadaan jagung tersebut sudah ditangani di tahap penyidikan.

Apabila memang memiliki itikad baik, para tersangka seharusnya sudah mengembalikan temuan kerugian negara dalam batas waktu yang ditentukan. tegas Tomo. “Dia kembalikan itu sembunyi-sembunyi kan. Kelihatan mereka itu bermaksud menutupi kejahatan. Seolah-olah kerugian negara sudah dikembalikan,” tegas Tomo.

Dia menyarankan kepada para tersangka untuk kooperatif dalam upaya pemulihan kerugian negara dengan menunggu hasil audit dari BPKP Perwakilan NTB. Yang mana merupakan kerugian negara berdasarkan hasil penyidikan. Karena mekanisme melalui APIP sudah tertutup. Cara-cara pengembaliannya pun bukan dengan cara manipulatif. “Kalau mereka bilang itu pengembalian negara, terserah mereka. Kalau saya bilang itu enggak, mau bilang apa. Kecuali kalau mereka mengembalikannya melalui penyidik,” kata Kajati.

Maksud melalui penyidik tersebut yakni menitipkannya sebagai uang pengganti kerugian negara. Status uang yang dititipkan itu nanti berdasarkan vonis pengadilan. Sementara apabila dengan cara diam-diam menyetor ke rekening APIP, maka uang itu seolah duit siluman yang tidak jelas statusnya. “Uang itu harus kembali dulu dalam bentuk PNBP ke kas negara. Itjen (Kementan RI) itu bukan kas negara lho. Kalau kas negara berbeda mekanismenya. Kalau yang kata mereka, mereka kembalikan itu saya tidak tahu statusnya apa,” terang Tomo.

Dalam kasus ini dua rekanan ditetapkan sebagai tersangka. Yakni Direktur PT SAM Aryanto Prametu dan Direktur PT WBS Lalu Ikhwan Hubi. Mereka diduga mendapat keuntungan dari korupsi pengadaan senilai total Rp48,25 miliar ini. Penasihat hukum Ikhwan, Ainuddin sebelumnya mengatakan pihaknya sudah mengembalikan temuan kerugian negara tetapi tanpa menjelaskan waktu pengembaliannya. “Sekitar Rp3 miliar. Dengan itikad baik klien saya membayar. Ada bukti transfernya,” sebutnya.

Demikian juga Aryanto melalui penasihat hukumnya Emil Siain dalam kesempatan terpisah. Audit rutin BPK RI menyebutkan adanya temuan kerugian negara sebesar Rp7,5 miliar. “Itu sudah dikembalikan semua. Ada bukti pelunasannya dari Itjen,” jelasnya. Dalam kasus ini, dua orang lain juga ditetapkan sebagai tersangka yakni Mantan Kadis Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB Husnul Fauzi dan pejabat pembuat komitmen I Wayan Wikayana. Mereka berperan melaksanakan kontrak tetap berjalan walaupun ditemukan sebagian besar benih yang disalurkan tanpa sertifikat. (why)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional