Kasus Pengadaan Benih Jagung 2017, Jaksa Peneliti Periksa Berkas Tersangka

Jaksa penyidik Kejati NTB menyerahkan berkas tersangka kasus pengadaan benih jagung 2017, Senin, 19 Juli 2021.(Suara NTB/Penkum Kejati NTB)

Mataram (Suara NTB) – Berkas tersangka kasus pengadaan benih jagung 2017 mulai diperiksa jaksa peneliti. Setelah jaksa penyidik melimpahkan berkas tahap satu. Apabila dinyatakan lengkap, maka kasus dengan kerugian negara Rp27,35 miliar ini akan segera disidangkan.

“Berkas perkara empat tersangka sudah dilimpahkan tahap satu,” ucap Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan dikonfirmasi Senin, 19 Juli 2021. Empat tersangka itu antara lain, mantan Kadis Pertanian Provinsi NTB H Husnul Fauzi; pejabat pembuat komitmen I Wayan Wikanaya; Direktur PT Sinta Agro Mandiri Aryanto Prametu; dan Direktur PT Wahana Banu Sejahtera Lalu Ikhwan Hubi.

Iklan

Modus korupsi kasus ini, para tersangka diduga terlibat pengaturan proyek. Rekanan pelaksana ditunjuk. Kemudian, benih yang disalurkan tidak sesuai spesifikasi. Benih jagung yang didatangkan dari Jawa Timur ini bersertifikat palsu, menggunakan sertifikat duplikat, dan sertifikat bodong.

Kerugian negaranya berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan NTB sebesar Rp27,35 miliar. Dari pengadaan PT Sinta Agro Mandiri yang mendapat kontrak Rp17,25 miliar, kerugian negara yang timbul Rp15,43 miliar. Pekerjaan pengadaan benih yang terlaksana hanya Rp1,82 miliar.

Kemudian, dari pengadaan PT Wahana Banu Sejahtera yang mendapat kontrak senilai Rp31 miliar. Kerugian negaranya mencapai Rp11,92 miliar. Prestasi dari kontrak pengadaannya Rp19,08 miliar. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional