Kasus Pembunuhan Pegawai PU, Penyidik Masih Lengkapi Bukti

Sumbawa Besar (Suara NTB) –  Penyidik Reskrim Polres Sumbawa masih melengkapi bukti-bukti dalam menyelidiki kasus meninggalnya pegawai PU di Sumbawa yang ditemukan dalam kondisi terbakar. Penyidik tengah mensinkronkan antara keterangan saksi ahli dan keterangan saksi-saksi yang dimintai keterangan.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Elyas Ericson, SH. SIK kepada wartawan, Rabu (7/12) menyampaikan pihaknya sudah memanggil kembali saksi-saksi guna dimintai keterangan. Selain itu pihaknya sudah mendapatkan keterangan saksi ahli forensik mengenai hasil otopsi. Dalam hal ini pihaknya masih menyingkronkan keterangan tersebut.

Iklan

“Kita masih menyingkronkan keterangan saksi ahli dengan keterangan saksi-saksi yang dimintai keterangan,” ujarnya.

Menurutnya, dalam melakukan penyelidikan, pihaknya masih perlu mengumpulkan barang bukti. Mengingat untuk mengarah kepada tersangka, bukti yang ada masih dirasa kurang.

“Untuk yang dicurigai sudah ada yang mengarah. Tetapi bukti masih belum cukup. Makanya masih kita kumpulkan lagi,” tukasnya.

Nantinya pihaknya juga akan mengumpulkan keterangan saksi-saksi lain. Apabila dari keterangan saksi sebelumnya, ada saksi lain yang perlu dimintai keterangan.

Seperti diberitakan Suara NTB, Supri Haryanto (50), pegawai Kementerian PU ditemukan meninggal dengan kondisi terbakar pada 7 Oktober 2015 lalu. PNS yang tinggal di kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa ini ditemukan di lokasi Kokar Tempoa, Dusun Lamurung, Desa Lenangguar, Kecamatan Lenangguar. Sebelum meninggal korban sempat menghilang selama lima hari. Setelah pamit melakukan survei dan mengawasi proyek hotmik di wilayah Kecamatan Lunyuk.

Setelah setahun lamanya terkubur, pihak kepolisian baru bisa melakukan otopsi. Menyusul ada permintaan dari pihak keluarga. Dalam hal ini diduga kuat korban dihabisi sebelum dibakar. Mengingat dari hasil otopsi yang diperoleh kepolisian, ditemukan tiga bekas luka bacokan di pinggang dan luka tusukan di bagian rusuk korban. Pihak kepolisian juga sudah melakukan olah TKP ulang. Hasilnya ditemukan TKP lain, yakni tempat ditemukannnya helm korban. Jaraknya sekitar 300 meter dari lokasi ditemukannya mayat korban dalam kondisi terbakar. (ind)