Kasus Pembunuhan Linda, Penyebab Luka Korban Belum Terjawab

Kadek Adi Budi Astawa. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Jaksa peneliti Kejari Mataram menguliti berkas tersangka pembunuhan Linda Novitasari, Rio Prasetya Nanda (22). Rupanya, masih banyak misteri yang belum dijawab. Jaksa pun mengembalikan berkas tersebut ke penyidik. “Berkasnya kita kembalikan disertai petunjuk P-19,” ungkap Kepala Kejari Mataram Yusuf dihubungi Kamis, 24 September 2020.

Penyidik Polresta Mataram diminta untuk melengkapi berkas tersebut. diantaranya, mengenai kondisi tubuh korban. Yang diantaranya menunjukkan adanya luka-luka di sejumlah bagian tubuh. “Ada foto-foto yang dicurigai ada luka-luka. Itu perlu diperjelas. Apakah sebelum digantung pernah ada pemukulan atau seperti apa,” paparnya. Luka itu antara lain di bagian ketiak, bekas luka jerat dan luka lepuh di kaki, serta lebam di pelipis mata dan bibir sebelah kanan.

Iklan

Selanjutnya, sambung Yusuf, mengenai bukti dokumen terkait hasil USG pada September 2019. Pada intinya, menyebut korban yang menderita kista. “Ada informasi kista, ada informasi hamil. Perlu diluruskan faktanya melalui ahli,” terangnya. Petunjuk lainnya mengenai alibi tersangka Rio. Terkait bukti dokumen perjalanan tersangka menuju Denpasar, Bali pada 24 Juli lalu. yang mana, tersangka menggunakan fasilitas perjalanan udara.

“Dia ke Bali apa motivasinya? Benar tidak dia pesan tiket? Benar tidak dia yang beli? Itu perlu konfirmasi. Bisa dari manifest di maskapai, atau di tempat pemesanan tiketnya,” kata Yusuf. Bukti petunjuk CCTV juga perlu diperjelas. Rangkaian peristiwa pada rentang waktu korban dibunuh pada Kamis (23/7) sampai ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (25/7). “Buka CCTV-nya. Siapa saja yang hadir di rumah itu melalui CCTV, kalau ada CCTV-nya,” tandasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa menerangkan bahwa pihaknya sudah menerima pengembalian berkas dari jaksa tersebut. “Sedang dianalisa petunjuknya apa. Nanti akan dilengkapi,” jawabnya. Tersangka Rio disangka membunuh Linda pada Kamis (23/7) petang di Perumahan Royal Mataram. Tersangka mencekik leher korban. Tubuh korban kemudian digantung di ventilasi. Pembunuhan diduga dipicu tersangka yang dimintai pertanggungjawaban atas kehamilan korban.

Tersangka bahkan membuat alibi dengan kabur ke Bali pada Jumat (24/7). Alasannya mengantar adik yang hendak tes masuk perguruan tinggi.  Tersangka Rio dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan atau pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia. (why)