Kasus Pembunuhan Gubug Mamben, Rekonstruksi Adegan Kuatkan Alat Bukti

Tersangka pembunuhan, Husnan (kanan) bertengkar dengan suami korban usai menusuk adik iparnya sampai meninggal dunia dalam reka ulang adegan di Mapolresta Mataram.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB)  – Tersangka kasus dugaan pembunuhan adik ipar, Husnan (45) menjalani reka ulang adegan, Selasa, 19 Oktober 2021. Rekonstruksi ini menguatkan sangkaan penyidik tentang pembunuhan berencana. Husnan menyiapkan pisau dari rumahnya sendiri yang dipakai untuk menusuk korban, Fitriah (44).

“Ada 19 adegan yang diperagakan. Ada yang memberatkan pelaku. Pelaku membawa sajam dari rumahnya. Dari sana kelihatan unsur perencanaannya,” ucap Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Selasa, 19 Oktober 2021.

Iklan

“Rekonstruksi ini sengaja kita gelar di ruangan unit Pidum dengan pertimbangan kondusivitas,” imbuh Kadek Adi. Pascakejadian sebelumnya sempat terjadi keributan di rumah pelaku yang hendak menghakimi sendiri.

Sejumlah peragaan adegan itu diantaranya dimulai dengan pertengkaran pelaku dengan korban di depan rumah. Hal itu merujuk dari peristiwa pada Senin, 20 September 2021 di Gubug Mamben, Pagesangan Barat, Mataram. Keduanya terlibat adu mulut akibat teguran korban kepada pelaku tentang kondisi rumah yang kotor dengan sampah.

Adegan dilanjutkan dengan Husnan yang terbangun dari tidurnya pada Selasa, 21 September 2021 dini hari. Pria yang berkerja sebagai pengasah pisau ini gelisah dengan kejadian pertengkaran. Ingatannya tentang dirinya yang kerap dihina korban membuatnya kalap.

Husnan lalu mengambil pisau di dalam lemari. Dia berjalan ke rumah korban yang hanya berbatasan tembok. Sebelum masuk rumah, Husnan sempat mengintip dari jendela untuk memastikan korban ada di dalam rumah.

Lalu, Husnan mengendap masuk ke rumah melewati pintu depan yang tidak terkunci. Husnan lalu mendekati korban yang sedang tidur dengan suaminya. Pisau yang dibawanya langsung dihujamkan secara membabi buta.

Tusukan pertama, membuat suami korban, Masnun terbangun kemudian menghentikan langkah Husnan dengan memegangi pundaknya. Adegan kemudian berlanjut dengan Husnan yang mengayunkan pisau. Masnun mendapat luka di paha dan lengan.

Husnan lalu kabur ke rumahnya dan mengunci pintu dari dalam. Pisau yang dipakai menusuk adik iparnya itu diletakkan di atas kasur. Dua tetangga lalu masuk ke rumah korban dan membawa korban keluar untuk mendapat pertolongan.

“Rekonstruksi ini ditujukan untuk meyakinkan jaksa dan hakim mengenai runutan kejadian dari awal sampai korban meninggal dunia,” terang Kadek Adi.

Husnan melakukan perbuatannya diduga dengan emosi tinggi. Kadek Adi menyebut, luka tusuk pada tubuh korban tidak beraturan dan menyebar di area badan. “Ahli forensik menyatakan dari bekas luka itu menunjukkan korban sempat melawan,” bebernya.

Husnan dijerat dengan pasal pidana pembunuhan berencana sesuai pasal 340 KUHP. Ancaman hukumannya paling berat pidana mati atau seumur hidup. Serta pasal 338 KUHP tentang pembunuhan disengaja yang ancaman pidananya 20 tahun. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional