Kasus Pembunuhan Bocah Nayla, Polisi Masih Lengkapi Keterangan Saksi

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Berkas kasus dugaan pembunuhan Nayla Ramadani (2,4), bocah asal Kecamatan Labuhan Badas, telah dilimpahkan ke kejaksaan. Penyidik menetapkan seorang tersangka. Namun berkas belum dinyatakan lengkap, karena masih ada yang perlu dilengkapi.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Elyas Ericson, SH., SIK yang dikonfirmasi wartawan, Kamis, 2 Maret 2017 mengatakan, kasus ini masih dalam tahap penyidikan. Sebelumnya pihaknya sudah dua kali mengirimkan berkas ke kejaksaan, namun belum dinyatakan lengkap. “Sudah pernah mengirimkan berkas dua kali, cuma masih ada yang perlu dilengkapi,” ujarnya.

Iklan

Menurutnya, dari petunjuk kejaksaan, dalam berkas masih belum sinkron antara hasil visum dokter dan keterangan saksi. Dimana hasil visum menyebutkan ada luka lebam di bagian dada korban akibat benda tumpul. Sementara tersangka menyebutkan luka lebam tersebut bekas jatuh di kamar mandi.

“Memang ada saksi yang mengaku pernah melihat tersangka mencekik korban. Tapi dari hasil visum itu tidak ada bekas cekikan,” tukasnya.

Makanya, pihaknya tengah mencari saksi yang benar-benar melihat langsung kejadian. Hal ini guna memenuhi petunjuk dari kejaksaan. “Kita tetap cari saksi yang lain untuk penuhi petunjuk dari jaksa,” pungkas Ericson.

Nayla meninggal pada 26 September 2016 lalu, diawali dari kejang-kejang dan mulut berbusa. Balita tersebut sempat dilarikan ke Puskesmas. Namun karena kondisinya yang parah terpaksa dirujuk ke rumah sakit. Meskipun demikian, nyawanya tak tertolong.

Jenazahnya kemudian dimakamkan oleh orang tuanya di wilayah Batu Gong, jauh dari Dusun Empan, tempatnya tinggal. Masyarakat curiga akan hal tersebut dan menilai kematian Nayla janggal. Sf dan Nl yang merupakan pasangan kekasih inipun nyaris dihakimi massa. Beruntung keduanya dievakuasi Bhabinkamtibmas setempat. Keduanyapun mengamankan diri di Polres Sumbawa.

Adanya peristiwa ini, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Sf pun ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Sumbawa.

Sf adalah kekasih Nl, yang tidak lain ibu korban. Sf dan Nl belum resmi menikah, meskipun sebelumnya mengaku sebagai suami istri. Dari informasi, Sf sudah memiliki dua istri yang diceraikan.

Sementara Nl masih berstatus sebagai istri siri dari lelaki lain yang berada di Denpasar. Dari lelaki tersebut lahirlah Nayla. Kedua pasangan kekasih ini berencana menikah dan hendak mengurus persyaratan pernikahannya. Meskipun demikian keduanya sudah tinggal serumah. (ind)