Kasus Pembobolan Kas Bank NTB Syariah, Klarifikasi SPI, Nilai Kerugian Didalami

I Gusti Putu Gede Ekawana

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB mendalami indikasi nilai kerugian dalam kasus pembobolan Bank NTB Syariah. Saksi dari tim auditor pada Sistem Pengendalian Internal (SPI) dimintai keterangan. Hal ini berkaitan dengan pendalaman unsur tindak pidana korupsi atau tindak pidana perbankan.

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana, Senin, 12 April 2021 mengatakan, sebelumnya sudah diklarifikasi tim auditor internal Bank NTB Syariah. “Kita ingin tahu seperti hasil audit mereka setiap tahunnya,” ujarnya. Dalam laporan pengaduan disebutkan indikasi pembobolan dana kas Bank NTB Syariah sudah terjadi sejak tahun 2012 lalu. Kemudian baru terbongkar pada awal tahun ini karena adanya rotasi jabatan. Padahal pembukuan neraca keuangan sudah melewati proses audit berkala.

Iklan

“Kalau ada dana yang bocor, misalnya dana itu dari APBD maka ke ranah korupsi. Kalau dari perusahaan atau nasabah kita arahkan ke perbankan. Kita lihat dulu seperti apa hasil auditnya,” terang Eka. Dalam kasus ini, mantan Penyelia Pelayanan Nontunai berinisial PS diadukan sebagai terlapor. PS sudah bertugas pada jabatannya sejak tahun 2012 dan baru diganti Januari lalu.

Pergantian ini sebagai kebijakan internal bank untuk rotasi jabatan dengan masa tugas lebih dari dua tahun. Dari temuan internal, pembobolan dana kas itu diduga menggunakan modus pemindahbukuan dari rekening satu ke rekening lain. Dana dipindahkan sedikit demi sedikit. Demikian juga transaksi debetnya untuk menyamarkan pencatatan. (why)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional