Kasus Pembajakan Lagu Sasak Naik Penyidikan

Mataram (Suara NTB) – Polisi menaikkan status penanganan dugaan pembajakan lagu sasak di TV kabel ke tahap penyidikan. Dari pemeriksaan saksi, barang bukti, dan ahli, penyidik sudah menemukan dua alat bukti permulaan yang cukup.

“Kasusnya sudah naik ke penyidikan,” ungkap Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Boyke Karel Wattimena ditemui Selasa, 19 Desember 2017.

Iklan

Dia menambahkan, indikasi pidana seperti tertuang dalam pasal 113 UU RI No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. “Dugaan pelanggaran hak ekonomi pemilik hak cipta,” terangnya.

Dua unit usaha TV kabel lokal berbayar diduga membajak lagu-lagu Sasak. Lagu sasak bikinan empat rumah rekaman diputar dalam satu kanal khusus tanpa lisensi dari pemilik.

Empat rumah rekaman yang merasa dirugikan itu antara lain, Sri Record, Miru Production, Erna Production, dan Bumi Gora Studio.

Sementara dua pengusaha TV kabel dilaporkan, yakni di Praya Timur, Lombok Tengah dan Aikmel, Lombok Timur.

Lagu-lagu yang diproduksi rumah rekaman tersebut diputar dalam satu kanal khusus oleh pengusaha TV kabel selama 24 jam penuh.

Pemutaran lagu-lagu tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2016 yang lalu. Masing-masing TV kabel memiliki 23 kanal, satu diantaranya dikhususkan untuk memutar lagu-lagu Sasak.

Pemilik usaha TV kabel memutar lagu dengan media penyimpanan flashdisk. Kemudian disalurkan melalui receiver dan ditayangkan kepada para pelanggannya.

Video lagu sasak bikinan empat rumah produksi itu diperoleh dari youtube dan tukar-menukar flashdisk yang isinya salinan lagu-lagu tersebut. Padahal, lagu-lagu Sasak yang diputar itu dikomersilkan secara resmi.

Empat rumah rekaman dirugikan senilai hampir Rp 400 juta. Masing-masing rumah rekaman dirugikan Rp 100 juta.

Penyidik sudah memeriksa delapan orang saksi diantaranya pemilik usaha TV kabel, pelanggan, dan saksi pelapor atau pemilik hak cipta. Kemudian ahli Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dari Kanwil Kemenkumham NTB. (why)