Kasus PCR Palsu, Polisi Kesulitan Buru Tersangka Lain

Kasat Reskrim Polres Loteng, Putu Agus Indra Permana.(Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Aparat Polres Lombok Tengah (Loteng) telah menuntaskan penyidikan kasus dugaan penggunaan surat keterangan tes RT-PCR palsu di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Berkas penyidikan tiga tersangka yang sudah diamankan sebelumnya, ARO warga asal Tangerang Banten, PEH (38) asal Batulayar Lombok Barat (Lobar) serta MF (44) warga Karang Bedil Mataram, sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng. Kepolisian kini tinggal menunggu penetapan P21 dari jaksa, untuk selanjutnya menyerahkan ketiga tersangka untuk proses persidangan.

“Untuk tiga tersangka, berkasnya sudah sudah kita limpahkan ke jaksa. Tinggal menunggu penetapan P21 untuk bisa tahap II (penyerahkan tersangka ke jaksa),” ungkap Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP I Putu Agus Indra Permana, SIK., kepada Suara NTB, Jumat, 3 September 2021.

Iklan

Agus mengatakan, selain tiga tersangka yang sudah diamankan, pihaknya masih berupaya mengejar tersangka lainnya. Namun sampai saat ini pihaknya masih mengalami kesulitan. Mengingat, tersangka tersebut sudah berada di luar NTB, sehingga agak sulit untuk dikejar.

Meski demikian, pihaknya tetap berupaya mengejar tersangka lainnya sembari menyelesaikan penyidikan tersangka yang sudah ada. “Tersangka lainnya saat ini posisi di luar NTB. Jadi agak sulit bagi kita melakukan pengejaran. Tapi pengejaran tetap dilakukan,” terang Agus.

Terpisah, Kasi. Intel Kejari Loteng, Catur Hidayat Putra, S.H., yang dikonfirmasi Sabtu, 4 September 2021, membenarkan kalau berkas penyidikan tersangka kasus PCR palsu sudah dilimpahkan ke Kejari Loteng. Ia pun mengaku kalau berkas perkara bisa dikatakan sudah lengkap dan dinaikkan tahap II oleh pihak kepolisian.  “Secara umum semua bersangka sudah lengkap. Tinggal menunggu proses untuk pelimpahan perkara beserta tersangka dari pihak kepolisian,” sebutnya.

Kasus dugaan penggunaan surat RT-PCR palsu itu sendiru terungkap pada Jumat, 23 Juli 2021. Saat itu, sekitar pukul 16.00 wita, tersangka ARO hendak terbang ke Pulau Jawa melalui BIZAM. Setelah melakukan pemeriksaan, petugas mendapati surat hasil RT-PCR yang digunakannya ternyata palsu. Dari keterangan tersangka ARO, polisi berhasil mengungkap identitas tersangka PEH serta MF, yang lantas ditangkap secara terpisah.

Tersangka ARO sendiri dijerat pasal 263 ayat 2 sub pasal 263 ayat 2 KUHP. Sementara dua tersangka lainnya dijerat pasal 263 ayat 1 Jo 55 jo 56 KUHP dan pasal 263 ayat 1 sub Pasal 263 ayat 1 KUHP. Dengan ancaman masing-masing kurungan selama 6 tahun. (kir)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional