Kasus OTT Dana Bencana, Didi Sumardi Merasa Difitnah

Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi merasa difitnah atas surat kaleng yang mencatut namanya meminta anggota DPRD, HM mengambil uang ke kontraktor. Ia akan mencari penyebar fitnah tersebut.

“Sampai ke ujung dunia pun saya akan cari orang yang menyebar fitnah itu,” kata Didi, geram, Selasa, 25 September 2018.

Iklan

Isi surat kaleng itu secara jelas menyebut nama Ketua DPRD Kota Mataram H. Didi Sumardi untuk mengambil uang Rp30 juta ke kontraktor. Uang tersebut nantinya akan dijadikan biaya operasional partai.

Politisi Partai Golkar menegaskan, kalaupun apa yang dituduhkan itu benar tidak mungkin membuat surat kaleng. Ia yakin apa yang dilakukan selama di Dewan dipertanggungjawabkan. Namun demikian, Didi menganggap ini sebagai pengingat bagi dirinya untuk selalu istiqomah, agar bersih dari praktik – praktik tersebut.

Penyidik di Kejari Mataram saat ini mengamankan uang Rp30 juta yang merupakan alat bukti dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan anggota fraksi Partai Golkar DPRD Kota Mataram, HM dengan Kepala Disdik, Sud. Uang tersebut disiapkan oleh kontraktor yang juga terlibat dalam OTT tersebut.

Namun Didi mempersilakan publik mencari rekam jejaknya selama berkiprah di dunia politik. “Bisa dicek track record saya di struktur Pemkot Mataram. Saya sejak 1999 jadi anggota Dewan,” ujarnya.

Fitnah yang disebarkan itu dinilai untuk merusak kredibilitasnya. Namun menegaskan, akan mencari tahu siapa penyebar informasi bohong itu. Dia akan mengklarifikasi ke yang bersangkutan. “Saya akan cari sampai ke ujung dunia mana pun. Saya cari bukan untuk di-jab. Walaupun saya ini dan IV di karate. Saya mau tabayyun,” ucapnya.

Apakah materi pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan juga berkaitan dengan surat itu?

“Ndak soal surat kaleng itu,” jawabnya. Setelah diperiksa oleh Kejaksaan, Selasa kemarin Didi langsung bertemu dengan Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, Sekda Ir. H. Effendi Eko Saswito dan Asisten I Lalu Martawang.

Didi cukup lama berada di ruang Wakil Walikota. Setelah itu, masuk ke ruang Sekda. Hampir 20 menit bertemu Sekda. Didi bergegas ke ruang Asisten I yang ruangnya tidak jauh dari pertemuan pertamanya dengan Wawali.

Namun demikian, Didi membantah pertemuannya itu berkaitan dengan pemeriksaannya terhadap kasus HM. “Ndak ada ngobrol serius. Cuma ngobrol santai saja. Ndak ada kaitannya soal itu,” ucapnya. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional