Kasus OTT Dana Bantuan Masjid, Penyidik Agendakan Periksa Ahli Pidana

Kapolres Mataram, Saiful Alam (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Penyidik melengkapi penyidikan kasus dugaan pungutan dana bantuan perbaikan masjid pada Kanwil Kemenag NTB tahun 2018. Penyidik akan memanggil ahli pidana untuk menjelaskan unsur perbuatan melawan hukum. Tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Akan ada kita periksa ahli. Ya ahli pidana, ya ahli lainnya,” kata Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam dikonfirmasi Senin kemarin.

Iklan

Dia menjelaskan, pemeriksaan saksi yang berkaitan dengan dugaan pungutan sudah mencapai 12 orang. Mereka diantaranya pejabat pada Kanwil Kemenag NTB.

Meski demikian, penyidik belum sampai pada langkah pemeriksaan kuasa pengguna anggaran. Masih sebatas saksi yang berkaitan langsung dengan proses dugaan pungutan.

“Saksi yang mengetahui, yang mendengarkan, yang melihat,” kata Saiful.

Dana perbaikan masjid sebesar Rp6 miliar untuk 58 masjid di tujuh daerah terdamak gempa diduga dipungut sebagian. Kasus tersebut terungkap lewat operasi tangkap tangan (OTT). Sampai kini, penyidik sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

Staf KUA Gunungsari, Lombok Barat Lalu Basuki Rahman tertangkap tangan sedang mengambil pungutan dari pengurus Masjid Baiturrahman Limbungan, Gunungsari, Lombok Barat pada Senin (14/1) sebesar Rp10 juta.

Basuki diduga memungut dari empat antara lain, masjid Masjid Nurul Huda mendapat Rp100 juta dipotong Rp20 juta, Masjid Al-Ijtihad menerima bantuan Rp50 juta dan dipotong Rp10 juta, serta Masjid Quba’ dimintai kembali Rp9 juta dari total Rp50 juta yang diterima.

Pungutan berupa potongan antara 10 persen sampai 20 persen untuk 13 masjid yang tersebar di Gunungsari, Lingsar, dan Batulayar, Lombok Barat.

Penyidikan kemudian berkembang. Unit Tipikor Satreskrim Polres Mataram kemudian menetapkan dua tersangka lain yakni Kasubbag TU Kemenag Lobar, Muhamad Ikbaludin, dan Kasi Ortala dan Kepegawaian Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag NTB, H Silmi,

Tersangka Ikbal diduga memungut dana bantuan yang diberikan kepada empat masjid di Kecamatan Lingsar, dan lima masjid di Kecamatan Batulayar, Lombok Barat. Hasil pungutan itu disetor bertahap.

Selain itu, Ikbal juga mendapat setoran dari tersangka Basuki, yang memungut dari empat masjid di Gunungsari, Lombok Barat. Dari bukti yang disita penyidik, duit pungutan Basuki disetor ke Ikbal yakni sebanyak Rp55 juta.

Tersangka Basuki menyetor ke Silmi sebanyak dua kali. Yakni pada Sabtu (5/1) sebesar Rp25 juta. Uang diantar langsung ke rumah tersangka Silmi. Selanjutnya pada Senin (7/1) sebesar Rp30 juta dimasukkan lewat setoran tunai langsung. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional