Kasus Omicron Bertambah, Politisi PKS Minta Tutup Sementara Jalur Masuk dari Luar Negeri

0
Suryadi Jaya Purnama (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –Jumlah kasus Covid-19 Omicron di Indonesia terus bertambah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan kasus positif Covid-19 varian Omicron di Indonesia pada Rabu (29/12) bertambah 21 orang. Sehingga sampai saat ini jumlah kasus positif Covid-19 Omicron ada 68 orang.

21 kasus baru Omicron tersebut merupakan pelaku perjalanan luar negeri yang terdiri dari 16 WNI dan 5 WNA. Disamping itu, Satgas Covid-19 mengumumkan tambahan kasus Covid-19 di tanah air pada 29/12 sebanyak 194 kasus. Tambahan ini lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya, Selasa, 28 Desember 2021 yang tercatat 278 kasus. Artinya, penambahan kasus dari luar negeri patut segera diantisipasi.

IKLAN

“FPKS meminta saatnya menutup sementara jalur masuk luar negeri. Tren kasus yang menurun di Indonesia jangan sampai terpicu dengan para pendatang dari luar negeri,” ujar Anggota DPR RI Dapil NTB dari Fraksi PKS, Suryadi Jaya Purnama, ST dalam rilis yang diterima Suara NTB, Jumat, 31 Desember 2021.

Suryadi yang akrab disapa SJP menjelaskan, sejauh ini, berdasarkan Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 No. 26 Tahun 2021 per tanggal 25 Desember 2021, Indonesia telah menutup sementara masuknya warga negara asing (WNA) dari 13 negara, yaitu Inggris, Denmark, Norwegia dan 10 negara Afrika seperti Afrika Selatan. Namun, Kemenkes telah mengungkap lima kasus probable atau hasil tes yang menunjukkan tanda-tanda varian Omicron tersebut. Lima kasus tersebut terdiri dari dua Warga Negara Indonesia (WNI) pelaku perjalanan dari Amerika Serikat dan Inggris serta tiga Warga Negara Cina yang tiba di Manado. Mereka telah menjalani tes PCR dengan penanda khusus dan berstatus probable Omicron.

“Jika sudah ditemukan kasus probable dari Cina, Indonesia seharusnya menutup penerbangan dari negara tersebut. Tambahan lagi, data dari Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) per tanggal 16 Desember 2021 menyebutkan 10 negara dengan kasus Omicron terbanyak di dunia, beberapa belum masuk dalam SE No. 26/2021 di atas, yaitu Amerika Serikat, Swiss, Belgia, Australia, dan Jerman,” bebernya.

Suryadi menegaskan, tertib protokol kesehatan tidak boleh hanya sebagas menjadi slogan. Praktik pengawasan dari seluruh jalur masuk luar negeri tidak hanya pada jalur udara, tetapi juga jalur laut yang patut mendapatkan pendisiplinan. “Kasus minggat pada saat karantina dari perjalanan luar negeri menjadi pembelajaran bagi kita untuk bersama-sama bertanggung jawab agar jangan sampai kasus positif Covid-19 varian Omicron di Indonesia meningkat tak terkendali,” pungkas SJP. (r)