Kasus Narkoba di Bima Terus Naik

Kota Bima (Suara NTB) – Kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten dan Kota Bima terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal itu berdasarkan data yang dimiliki Pengadilan Negeri (PN) Bima. Sementara perkara pidana biasa menunjukkan angka penurunan.

Ketua PN Bima melalui Panitera Muda, Syahrul, ST, SH, kepada Suara NTB, Senin, 19 September 2016 mengaku pada tahun 2014, jumlah perkara pidana biasa sebanyak 394 perkara, sedang 43 di antaranya merupakan perkara kasus narkotika.

Iklan

“Untuk tahun 2014, persentasenya kurang lebih 10,91 persen,” ucapnya.

Sementara tahun 2015 lanjut dia, perkara pidana biasa sebanyak 351 perkara, sedang 41 di antaranya merupakan perkara narkotika, dengan persentase 11,42 persen. Sementara tahun 2016 per 31 Agustus, jumlah perkara pidana biasa sebanyak 289 perkara.

“35 di antara merupakan perkara narkotika, dengan persentase 12,11 persen,” ujarnya.

Dipastikan, untuk 2016 jumlahnya masih akan terus bertambah, karena masih ada empat bulan lagi. Menurut Syahrul, dari 35 perkara tahun 2016, tidak ada yang diasesmen. Terdakwa menjalani sidang dan dihukum pidana penjara sesuai dengan vonis majelis hakim.

“Sejauh ini kami belum pernah menerima surat pemberitahuan asesmen untuk terdakwa kasus narkotika,” tegasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala BNNK Bima, Kompol Jolmadi, S. Pd, mengaku selama ini pihaknya belum pernah melakukan asesmen karena masih terkendala dengan anggaran. Selain itu, kendalanya BNNK setempat belum memiliki Tim Asesmen Terpadu (TAT).

Meski demikian, Ia menegaskan asesmen merupakan ranah dan kewenangan BNNK. Akan tetapi saat ini yang sudah bekerja adalah tim dari BNN tingkat Provinsi NTB.

“Sampai hari ini kami belum pernah memberikan asesmen. Kalaupun ada, pasti akan kami sampaikan ke pengadilan,” pungkasnya. (uki)